Dugaan Penyimpangan Proyek Pengaman Pantai Muara Kandis, Direstui PPK dan Satker?

Proyek Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) diduga bermasalah. Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  Direktorat Jendral Sumber Daya Air, SNVT PJSA PJSA WS-Akuaman, WS Kampar, WS Rokan Provinsi Sumatera Barat, dikerjakan CV Taman Karya Manggala, terindikasi penyimpangan pada pekerjaan pengaman pantai Muara Kandis, Pesisir Selatan. Hebatnya lagi, Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) dan Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) terkesan bungkam.

Perssel,Ovumnews.com–Sepertinya, pekerjaan proyek di BWSS V kerap menjadi sorotan berbagai kalangan. Diantara banyaknya paket dikerjakan tahun 2019 ini, Pelaksanaan Kegiatan Sungai dan Pantai II, Pekerjaan. Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis di Kabupaten Pesisir Selatan (lanjutan).

Proyek dengan bernomor kontrak, HK.02.03/WBSb SV-PJPA IAKR/SP.II04, tanggal kontrak  07 Februari 2019, nilai kontrak, Rp.7.944.987.000,00, nomor SPMK, SP/BWS SV-PJSA. IAKR/SP.II, tanggal 07 Februari 2019. Waktu pelaksanaan 240 hari kalender tersebut, batu untuk krib diragukan.

Telusuran media ini, beberapa minggu lalu,  batu jettu untuk pekerjaan krib diragukan. Terlihat, tumpukan dilokasi pekerjaan didominasi batu berukuran kecil. Parahnya, pecahan batu kapur berserakan dilokasi pekerjaan.

Begitu juga dengan  Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digunakan terindikasi berasal dari minyak subsidi. Terbukti, dirigen membawa BBM bertumpuk dilokasi pekerjaan.

Menariknya, mereka yang terlibat dalam pekerjaan proyek ini PPK dan Kasatker, terkesan bungkam.

Buktinya, beberapa kali media ini mengkonfirmasikan via telepon, SMS dan WA, tak dibalas sama sekali. Nuriman, PPT, hampir 20 kali dalam sehari media ini menghubungi Hp 082390667xxx, hanya jawaban nomor yang anda tuju sedang sibuk. Seakan Nuriman memblokir panggilan masuk.

Namun, saat di SMS kan pertanyaan, terkait pekerjaan, masuk ke hpnya namun tak dibalas sama sekali. Begitu juga Ka Satker, Ali Rahman, juga tak ada tanggapan sama sekali. Di telepon hp dan WA nya 0812131555xxx, tak ada tanggapan. Teleponnya bernada sedang dialihkan, WA dan SMS tak dibalas sama sekali.

Wajar saja, pekerjaan sarat penyimpangan dan bungkamnya PPK, Satker, menuai tanggapan keras dari Darwin, Direktur LSM ACIA. Kata pegiat korupsi yang telah melaporkan dugaan penyimpangan pekerjaan proyek, baik menggunakan dana APBD maupun APBN, pekerjaan pengaman pantai Muara Kandis, Pesisir Selatan, kuat indikasi penyimpangan.

Bahkan, ia tak menampik persoalan batu jetty untuk krib tersebut, hampir tiap tahun jadi persoalan di BWSS V.
“Informasi yang didapat batu tersebut didatangkan dari Surantih. Dilihat dari batu yang berserakan dilokasi pekerjaan, berukuran kecil dan banyak yang sudah pecah, terutama batu kapur,” kata Darwin.

Begitu jua bungkamnya, Ali Rahman dan Nuriman, kata Darwin terkesan melecehkan UU No 14 Tahun 2008, Keterbukaan Informasi Publik.
Padahal, proyek tersebut menggunakan uang negara yang berasal uang rakyat dan tak perlu PPK, Satker menutupi pekerjaan tersebut.

“Pantas saja timbul kecurigaan dan terkesan PPK, Satker melindungi kontraktor nakal tersebut,” kata Darwin seraya mengatakan, tujuan media mengkonfirmasikan pekerjaan tersebut untuk memberi ruang kepada mereka menjelaskan kepada publik.

Ia berjanji, akan mengumpulkan data dan poto pekerjaan proyek ini sampai selesai. Data dan poto tersebut akan dijadikan bahan pengaduan kepihak aparat penegak hukum.”Kita akan melaporkan dugaan ini ke KPK, karena nilainya puluhan miliyar,” katanya, bukan meragukan kinerja aparat hukum, seperti polisi dan kejaksaan, sebab proyek di BWSS rata rata puluhan miliyar, mungkin tepatnya ke KPK. TIM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *