Menyorot  Proyek Pengaman Pantai Amping Parak  Pessel  Ala CV.Asli Daerah Proyek Milik BWSS V

Proyek pengaman pantai BWSS V, Mengundang tanda tanya. Proyek pengaman pantai Ampiang Parak DI, berlokasi di Kambang Pesisir Selatan. Yang telah di PHO , dipertanyakan Sebab, tumpukan batu jetty belum disusun masih terlihat dilokasi dan susunan batu jetty terlihat lubang menganga, tanpa dikunci batu berukuran kecil.

Pessel .ovumnews.com—Begilah bentuk proyek yang telah siap dikerjakan ,Proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, pelaksana kegiatan sungai dan pantai, menuai sorotan, terutama pekerjaan pengamanan pantai Ampiang Parak DI Pesisir Selatan.

Faktanya, proyek bernomor kontrak HK 02.03/BWS-SV.PJSA.IAKR/SP IU/02, mulai kontrak    tanggal 7 Pebruari 2019,  masa pekerjaan 240 hari kalender, kondisinya masih berantakan.

Padahal, proyek yang dikerjakan perusahaan lokal CV. Asli Daerah ini, sudah dilakukan PHO, sementara dua alat berat, tumpukan tanah untuk jalan alat berat dan tumpukan batu jetty masih terlihat dilokasi pekerjaan.

Telusuran media ini, Selasa (21/5) kelokasi pekerjaan ditemani Adi dan beberap orang warga setempat, memang terlihat tanda tanda di PHO  berupa lingkaran cat merah sepanjang batu pengamanan pantai dikerjakan.

Tapi, diujung pekerjaan, tepat didepan dua alat berat, tumpukan batu jetty yang belum tersusun dan tanah untuk jalan alat masih ada. Sehingga, timbul tanda tanya Adi dan rekannya, apakah proyek ini sudah di PHO. Atau di PHO dulu baru pekerjaan tertinggal diselesaikan.

Persoalan lain, kata Adi sembari mengajak media ini menyusuri krib tersebut, lubang menganga masih terlihat di sepanjang batu krib. Bahkan, potongan geotekstik dimasukkan untuk menutup lubang. Sementara, batu kecil pengikat banyak yang pecah dan melorot kebawah yang masih kosong.

Analisa Nurnas, anggota Komisi IV DPRD Sumbar, mantan ketua LPJKD Sumbar, lubang menganga tersebut, juga disebabkan tanah untuk jalan alat berat tak dibersihkan, tapi langsung ditimbun dengan batu jetty.

Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) proyek pengamanan pantai tersebut, Ali Rahman, dikonfirmasikan via WA ya, Selasa (21/5) saat media ini, masih dilokasi pekerjaan mengatakan, pekerjaan sudah di PHO.
Sedangkan, persoalan yang terjadi pasca PHO, tanggungjawab penyedia jasa.
Kami terimakasih diberikan masukan
dan saat ini sesuai hasil tim kemarin memang dimintakan kepada penyedia jasa segera memenuhi rongga- rongga  tersebut. Intinya,  pekerjaan pengamanan pantai utamanya krib atau groin. Batu – batu  besar disusun dan kemudian rongga- rongga akan ditutup dengan batu yang lebih kecil, ” kata Ali via WA nya, seraya mengatakan ada catatan- catatan kepada rekanan dalam PHO tersebut.

Terkait, tumpukkan batu jetty dilokasi pekerjaan dan tanah masih berserakan, jawab Ali, tanah yang berserakan atau batu yg tidak terpakai akan dibersihkan,” katanya seraya menyebutkan ingin tahu lebih lanjut hubungi PPK Nuriman dilapangan.

Padahal, media mengkonfirmasikan langsung dilapangan. Tak ada pekerja, pengawas, apalagi PPK. Hanya dua alat berat berdiri membisu. Nov Investigasi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *