Proyek Ruas Jalan Tanah Datar Pelaksana PT.Arpek  Panitia PHO Pelum di Setujui

 

Tanah Datar ,OvumNews.com ..Proyek Ruas Jalan Ganting Padang Magek, Kabupaten Tanah Datar yang dikerjakan PT. Arpek tepatnya ruas jalan Ganting Padang Magek. Pasalnya, proyek senilai Rp 900 juta, terindikasi asal asalan. panitia PHO belum menyetujui pekerjaan PT. Arpek tersebut.

Pekerjaan jalan PT. Arpek tersebut menuai tanggapan masyarakat. Sebab, merasa sangat kecewa dengan kondisi pekerjaan asal asalan. Padahal, sudah tiga kali diulang pengerjaanya, namun kondisnya masih mengecewakan.

Kabid Bina marga Refdizalis, ST via telepon selulernya. Katanya, sewaktu pelaksanaan pengaspalan alatnya rusak. Namun, pekerjaan yang bermasalah itu akan tetap diperbaiki.
Anehnya, ia tak menjawab, saat ditanyakan, alasan alat rusak, tapi hampir sepanjang pengaspalan kondisinya memprihatinkan seperti dirilis dari media investigasi.

Ia juga terkesan membenarkan, ketika ditanyakan, apakah proyek. ini sudah, di PHO. “Proyek ini sudah PHO,” katanya. Pernyataan ini bertentangan dengan ketua PHO yang masih meragukan pekerjaan.

Proyek ruas jalan Martobak Lintau memang telah dilakukan serah terima atau PHO. Itupun setelah dilakukan perbaikan yang rusak. Sementata, masik ada yang rusak diperbaiki pada masa pemeliharaan enam bulan kedepan. Ini adalah tanggung jawab rekanan.

Jawaban berbeda juga terlontar dari Kadis PUPR Kabupaten Tanah Datar Nopi Hendri.ST.MT. Katanya, sudah sering dilakukan teguran tapi tidak diindahkan.

Lain lagi apa yang dikatakan tokoh masyarakat setempat, Syafri. Katanya, saat mendamping media ini kelokasi pekerjaan, masyarakat sering melaporkan pekerjaan asal asalan ini ke Dinas PUPR, namun tak pernah ditanggapi. Begitu juga dihubungi pengawas dilapangan.

Kami memohon agar batang kelapa yang digunakan untuk jembatan darurat, jangan dibuang kedalam batang air, sebab jika hujan pohon kelapa dihanyutkan air kedalam sawah. Bukannya, batang kelapa dibuang, malah diardik pekerja,” katanya, seraya mengatakan proyek ini bencana bagi kami petani.

Masalah lain, katanya, sawah di kiri dan kanan pekerjaan dijadikan tempat pembuangan air, sebab tali bandar.”Sudahlah pekerjaan asal asalan, kami petani juga jadi korban,’ ungkapnya

Ketua tim PHO Utri Satria.ST.MT, saat dikonfirmasikan diruangan kerja, beberapa hari lalu, terkait pekerjaan asal asalan di PHO, katanya, berdasarkan surat masuk kepada panitia untuk turun kelapangan.

Saat kami turun dalihnya, kondisi dilapangan saat itu hujan lebat sehingga tidak dapat melihat kondisi titik yang retak dan rusak. “Makanya, kami panitia memberikan catatan catatan agar titik yang rusak diperbaiki,” jelasnya.

Menariknya, ketika ditanyakan dan diperlihatkan poto titik yang mana saja yang rekomendasikan untuk diperbaiki, Utri terkejut. Sebab, titik dalam poto itu tak ada dilihat dilapangan.”Poto ini akan saya sampaikan dulu sama Kabid Bina Marga dan meminta PHOnya belum akan disetujui oleh panitia PHO,” katanya berdalih. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *