Pasaman.Ovumnews.com--Ada ada saja entah kerna takut entah ingin bebas dari jeratan hukum ….Salah seorang tersangka kasus proyek peningkatan Jalan Pintu Padang-Botung Busuk, Kecamatan Mapattunggul Tahun Anggaran 2016, merasa tertipu oleh oknum Orang Tidak Dikenal (OTK) sekitar Rp 30 Juta yang mengatasnamakan Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman.kemudian korban tanpa pikir panjang langsung mentransper uang kerekening orang yang mengatas namakan Kejari Pasaman tersebut…Apakah modus untuk mencemarkan Nama kejari Pasaman..???…

Kejadian ini berawal dari salah seorang TSK yang berinisial SL (43) yang merupakan salah satu Tim Kelompok Kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas PU Kabupaten Pasaman, dihubungi oleh OTK untuk menyetor sejumlah uang guna membantu penyelesaian kasus yang menimpanya.

Tadi siang sekitar pukul 14.30 WIB salah seorang TSK yang berinisial SL (43) datang ke kantor Kejari dengan membawa bukti penyetoran uang sekitar Rp 30 Juta. Katanya, setoran tersebut atas permintaan Kepala Kejari Pasaman. Saya langsung terkejut, karena pihak Kejari sendiri tidak pernah melakukan permintaan sejumlah uang, apalagi dalam kasus korupsi yang sedang kita tangani ini.

Artinya, TSK tersebut sudah ditipu oleh oknum orang yang tidak dikenal,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Adhryansah melalui Kasipidsus, Erik Eriyadi kepada media ini, Senin (19/2/2018).
Lebih lanjut kata Erik Eriyadi, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan modus yang dialami TSK tersebut.

Kami tadi sudah memerintahkan agar TSK yang menjadi korban penipuan tersebut untuk melaporkannya ke Polres Pasaman. Kemudian untuk yang akan datang kami minta masyarakat lebih berhati-hati, agar tidak mengalami kasus yang sama,” katanya.

Sebelumnya, Kamis (15/2) lalu kepada awak media Kejari Pasaman mengatakan telah menetapkan empat orang Tersangka dengan kerugian Rp 200 Juta dalam kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Pintu Padang-Botung Busuk, Kecamatan Mapattunggul Tahun Anggaran 2016 dengan pagu anggaran Rp 3 Milyar.

Keempat orang tersangka tersebut yaitu tiga orang Tim Kelompok Kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas PU Kabupaten Pasaman yang berinisial SL(43), DS(44), dan DN(39), kemudian satu orang pihak rekanan yang berinisial LJD.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya .,sangat bangga dengan kinerja Kejaksaan Negeri Pasaman.yang telah berhasil menetapkan empat tersangka,dan akan mengangkat kasus-kasus lainnya,yang sangat banyak di Kabupaten Pasaman,dan kami dari masyarakat Pasaman mendukung Kejari Pasaman untuk pemberantasan korupsi di Pasaman.harapan kami pada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas laporan ini supaya terungkap siapa pelakunya.oknum orang yang tidak dikenal tersebut,jangan coba-cOba manangguak diai karuah.”ujarnya kesal.(Ris/surya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *