14 Paket Proyek Jalan Usaha Tani Rp 4,2 Milyar,Tahun 2015 Milik Dinas Pertanian Batusangkar Diduga Sarat KKN

 

Batusangkar .Ovumnews.Com. Proyek sebanyak 14 paket jalan usaha tani pada dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Perkebunan Batusangkar Kabupaten Tanah Datar selama ini dinilai masyarakat sarat KKN.

Rehabilitasi Jalan Usaha Tani Kecamatan Sungayang/ CV. REZKYA/ Rp 299.500.000,00
Berapa Proyek milik Dinas Perkebunan Batusangkar Kabupaten Tanah Datar tahun 2015 ,Rehabilitasi Jalan Usaha Tani Kecamatan Sungai Tarab/ CV. ABHELIA DWITAMA MANDIRI/ Rp 270.788.000,00 Rehabilitasi Jalan Usaha Tani Kecamatan Sungai Tarab/CV. ABHELIA DWITAMA MANDIRI/Rp 270.788.000,00.

Pembangunan /Rehabilitasi Jalan Usaha Tani Kecamatan Tanjung Baru/CV. MITRA PRIMA ABADI/Rp 255.000.000,00 .Pembangunan Jalan Usaha Tani Kecamatan Lintau Buo/CV.MAJU MAPAN/Rp 241.500.000,00.Pembangunan Jalan Usaha Tani Kecamatan X Koto/CV. PUTRA BERMULA JAYA/Rp 282.530.000,00.

Pembangunan Jalan Usaha Tani Kecamatan Salimpaung/ CV. ARJUNA BAYU SEGARA/ Rp 236.224.000,00.Pembangunan Jalan Usaha Tani Kecamatan X Koto/ CV. PUTRA BERMULA JAYA/ Rp 282.530.000,00.Pembangunan Jalan Usaha Tani Kecamatan Salimpaung/ CV. ARJUNA BAYU SEGARA/ Rp 282.530.000,00

Salah satu contoh proyek dengan nilai ratusan juta yang berada Sitampang Gadang Mandahiling Kecamatan Salimpaung yang dikerjakan oleh CV.Arjuna Bayu Segara dengan nilai proyek Rp.236.224.000,00 tahun anggaran 2015 membuat masyarakat meradang.

Sangat prihatin dan kecewa atas proses pengerjaan peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) dikerjakan terkesan asal jadi. Sebab kondisi jalan yang telah dikerjakan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan apa lagi hujan turun akan menjadi lumpur.

Proyek yang seharusnya dibuat saluran untuk mengalirkan air dikala hari hujan,karena proyek tersebut berada di dataran tinggi sedangkan dibawah ada tempat ibadah masyarakat.

Ironisnya pelaksana meninggalkan pekerjaan yang tidak selesai, tempat beruduk masyarakat yang berada disekitar proyek telah dibongkar untuk memasuki lokasi proyek dengan alat berat oleh pelaksana tidak dipasang seperti awalnya.

Menurut masyarakat setempat menerangakan,dulunya tempat mandi dan beruduk disini bagus dan dibongkar oleh pelaksana untuk melewatkan alat berat untuk pekerjaan pembuatan jalan usaha tani.

Uang barusan ada di titipkan Rp 500.000 dan batu tidak seberapa untuk memperbaiki tempat beruduk masyarakat yang dibongkar tersebut.tidak ada masyarakat yang mau mengerjakan tempat itu karena uang yang tinggal pelaksana tidak akan mencukupi untuk pembangunan tersebut.

Sekarang hitung harga semen berapa.dan kayu berapa,batu lobrik serta pasir semen dan seng serta membawanya kelokasi ini tentu butuh biaya. Dengan uang yang ditinggal ini kami tidak mau menerjakan sampai saat sekarang.

Dtambahkan oleh masyarakat setempat proyek ini diduga saraat dengan KKN lihat saja pasangan batu kalau kita hitung hanya memakai batu 75 kubik sedangakan yang dihabiskan menurut pelaksana batu yang dihabiskan 150 kubik.

Saluran yang seharusnya dibuat tidak ada buat oleh pelaksana,sedangkan proyek ini tinggi dari tempat ibadah,hujan saja sedikit tanah yang berada di badan yang miring akan lonsor dan menimbun tempat halaman rumah dan halaman mesjid yang berada dibawah jalan.

PPTK Nasri ,dikofirmasi 17 /02 mengatakan proyek tersebut memang ada saluran tapi tidak seberapa panjangnya, proyek dalam masa pemeliharaan ,proyek tersebut ada konsultanya,dan pengawasnya,serta perencanaanya,yang lebih jelasnya tanya kepada PPK juga kepada kadisnya.

Terkait dengan masalah proyek tersebut dikomfimasikan kepada kadis pertanian lewat pesan singkat belum ada jawaban.

Awaluddin LSM Ampera Indonesia .menangapi dengan tegas kalau pelaksana membongkar tempat beruduk dan temapat mandi masyarakat yang berada dilokasi tersebut untuk melewatkan alat beratnya untuk bekerja itu wajar saja,tapi harus dibangun seperti awlanya kapan perlu dibaguskan bukan ditinggal begitu saja dan kasi uang tapi tidak mencukupi untuk pembangun ini menyalahi.

Tidak dibuatnya saluran oleh pelaksana ,tentu tidak lepas dari pengawasan dilapangan oleh pemilik proyek serta pengawasnya,material yang dipakai menurut masyarakat untuk bangunan batu miring tersebut hanya 75 kubik bisa jadi cukup.mungkin dia bisa menghitungnya, kalau kita menduga proyek ini diduga sarat dengan kongklingkong atau KKN.kita minta kepada penegak hukum untuk mengusut proyek jalan usaha tani yang berada di tanah datar ini. Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *