MT-AB: Proyek Pengendalian Banjir Batang Lembang, Kab Solok Terancam Tak Siap Mutu di Ragukan

Sumbar.Solok.Ovumnews.Com–Meski pekerjaan ini bernilai 14 Milyar tersebut dengan nama program,
Pembangunan Sarana Prasarana Pengalian Banjir Batang Lembang di Kabupaten Solok .Nomor Kontrak HK.02.03/BSW.lV.PJ3A.AKR./3PR/18
Tanggal Kontrak.9 Pebruari 2022
Nilai Kontrak.14.515.540.000
Nomor SPMK.SPMK/BWS.81/PSA LKKP/SPK/15
Tanggal SPMK.14.Pebruari 2022
Waktu Pelaksana.320 hari Kalender.
Kontraktor Pelaksana.PT.Gemilang Jaya Konstruksi.Konsultan.Pengawas PT.Wandra Cipta.

Pasalnya, pekerjaan dilapangan tentang material bercampur diduga tidak sesuai spek banyak kelihatan batu pecah kecik,kecil yang di pasang  sangat diragukan kekuatan dinding yang dipasang batu tersebut, sehingga berdampak juga terhadap kualitas pekerjaan yang sangat diragukan mutu dan kualitas proyek tersebut.

hasil investigasi yang dilakukan lembaga MT-AB bersama media dilapangan terlihat pasangan batu diduga pasangan batu asal jadi dinding asal jadi juga kedalaman pondasi diduga kurang dalam, proyek bagian bawah pondasi akan dilobangi air,akan membuat pasangan dinding retak membuat proyek gagal konstruksi proyek tak bertahan lama.

Meski pekerjaan ini bernilai Rp 14.515.540.000 ternyata PT.Wandra Cipta.selaku pengawas dilapangan
untuk mengawasi adanya kelalaian di lapangan yang dilakukan pelaksana lalai dalam pekerjaan proyek terancam diduga tidak siap sesuai kontrak.

Proyek dengan masa pelaksanaan selama 320 hari kalender ini juga terlihat diberapa titik belum siap dalam masa pekerjaan.

Namun sangat disayangkan terkait dengan Proyek Pengendalian Banjir Batang Lembang Ini milik Detektoral Jenderal Sumber Daya Air , di konfirmasi Yusma selaku Saker belum ada jawaban.

Wajar saja, pekerjaan proyek yang jauh dari keramaian itu asal-asalan Sutarman Selaku aktivis Lembaga MT-AB Sumbar itu menambahkan menilai pekerjaan proyek ini asal – asalan disebabkan karena kurangnya pengawasan. Sehingga, rekanan bekerja sesuka hati.

Jadi apabila benar yang disampaikan oleh salah seorang pekerja dengan mengatakan pengawas jarang di lokasi seharusnya instansi yang punya kegiatan menegur juga hendaknya konsultan pengawas yang tidak komit tersebut. Dan dari dinas SDA juga aktif untuk mengawasinya karena kegiatan tersebut yang memberi jasa kepada kontraktorkan bidang  SDA. Sebab harapan masyarakat bagai mana Proyek ini yang dibuat dengan uang rakyat itu betul-betul terjamin mutu dan kualitasnya”, Sutarman. Hasmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *