479 TKI Bermasalah di Malaysia Dipulangkan

 

Malaysia,Ovumnews.comRatusan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan dipulangkan dari Malaysia ke Tanah Air akan diistirahatkan sementara di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) paling lama empat belas hari. Setelah itu, mereka akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Seperti disampaikan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, seluruh TKI yang akan dipulangkan itu diistirahatkan sementara di lima RPTC, yakni dua di Jakarta dan tiga Jawa Timur.

“Mereka di sana maksimal empat belas hari. Jika tidak bermasalah, ya, langsung kembali (ke rumah masing-masing),” kata Menteri Khofifah di Malang, Jawa Timur, Selasa, 23 Desember 2014.

Jika ada TKI yang, misalnya, mengalami gangguan psikis, akan dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis di panti rehabilitasi mental atau pun di rumah sakit jiwa setempat.

Pemerintah, kata Menteri, akan memfasilitasi seluruh kebutuhan para TKI ilegal itu selama tinggal di RPTC, terutama mereka yang dipulangkan tanpa bekal atau modal apa pun. Mereka akan mendapatkan fasilitas baju dan uang jaminan hidup sebesar Rp20 ribu per orang per hari untuk makan dan minum.


“TKI illegal ini banyak yang jadi korban human trafficking (perdagangan manusia). Satu-satunya baju, ya, yang dipakai. Mereka tak punya ongkos untuk kembali ke rumah,” katanya.

Sebanyak 1.231 TKI ilegal yang akan dipulangkan dari Malaysia ke Indonesia. Sebanyak 497 TKI dijadwalkan tiba di Tanah Air pada hari ini, Selasa, 23 Desember 2014. Lalu, sebanyak 734 TKI direncanakan dipulangkan Rabu, 24 Desembeer 2014.

Seluruh pekerja informal tanpa dokumen itu akan dipulangkan dengan menumpang lima pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Pesawat akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta.

Khusus TKI yang berasal dari kota/kabupaten di Jawa Timur, direncanakan langsung tiba Bandara Juanda di Surabaya. Sebab jumlahnya cukup banyak, yakni mencapai 122 orang dari 497 TKI yang dipulangkan hari ini.

“Kalau jadi turun di Bandara Juanda, saya siap menerima mereka, karena ini harus ada serah terimanya dari Kementrian Luar Negeri ke Kementerian lain,” ujar Khofifah.

Menteri menyebut ada 1,8 juta TKI ilegal yang bekerja di negara-negara di Asia dan Timur Tengah. Paling banyak ada di Malaysia, yakni mencapai 2015 orang. Separuh lebih telah dipastikan dipulangkan akhir tahun ini dan sisanya menyusul awal tahun 2015.

Proses pemulangan TKI asal Malaysia, menurutnya, tergolong cepat. Tak sampai satu minggu setelah rapat koordinasi dengan seluruh kementerian pada Rabu pekan lalu. “Follow up (tindak lanjut) dan koordinasi dengan pemerintah Malaysia berjalan baik, sehingga dalam waktu singkat, sudah ada pemulangan TKI illegal,” kata Menteri.

TKI yang pulang telah didata dan mendapatkan exit permit dari Kementerian Luar Negeri RI. Proses pemulangan dikoordinasikan oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Sosial. “Proses persinggahan, transit, jaminan hidup adalah tugas Mensos (Menteri Sosial). BNP2TKI dan Depnaker  (tp red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *