Ahmad Dahlan Mantan Walikota Batam Diperiksa Penyidik Kejaksaan Kepri

 

Dugaan Korupsi Askes Batam Rp208 M,
Ahmad Dahlan Mantan Walikota Batam Diperiksa Penyidik Kejaksaan Kepri

Kepri.Ovumnews.com–Ahmad Dahlan Mantan Walikota Batam diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Senin (14/8) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Dahlan dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana Asuransi Kesehatan (Askes) dan Jaminan Hari Tua (JHT) PNS dan Tenaga Harian Lepas (THL) Kota Batam di Perusahaan Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ) APBD 2007-2012 senilai Rp208 miliar.

Selain Dahlan, penyidik juga memintai keterangan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Batam, Agussahiman dan tiga pejabat Pemko Batam lainya dalam kasus yang sama. Mereka adalah Abdul Malik, Kabag Keuangan Pemko Batam periode 2011 hingga sekarang, Raja Muchsin, mantan Kabag Keuangan Bendahara Umum Daerah Pemko Batam periode 2008. Kemudian Eko Wiyono, Bendahara Gaji pada Bagian Keuangan Setda Kota Batam periode 2011-2013.

Yunan Harjaka SH MH mengaku pihakn ya telah memeriksa mantan Walikota Batam dan pejabat Pemko Batam lainnya. “Iya, tim telah memintai keterangan para mantan dan pejabat Pemko Batam yang masih aktif. Mereka dipanggil baru sebatas saksi untuk dimintai keterangan,” kata Yunan, kemarin.

Penetapan tersangka, kata Yunan proses penyidikan masih berlangsung. Jika sudah selesai pemeriksaan tentu akan diumumkan nama tersangka dalam kasus itu. “Prosesnya penyidikannnya masih berjalan. Jika sudah selesai nanti bakal kita sampaikan,” ucap Yunan.

Pihak Kejati Kepri mengaku telah mengantongi sejumlah nama tersangka dalam kasus itu. Informasi diperoleh, selain mantan maupun pejabat di lingkungan Pemko Batam yang dijadikan tersangka, beberapa pihak dari oknum profesi tertentu juga disebut-sibut bakal dijadikan tersangka.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferry Tass, SH MHum Msi tidak membantah ketika dikonfirmasi terkait sejumlah nama tersangka yang telah dikantonginya. Namun saat ini ia belum bisa menjelaskan, siapa-siapa pihak yang diduga terlibat dan bakal dijadikan tersangka dalam perkara ini.

Hasil penyelidikan dan penyidikan kita, semuanya sudah tergambarkan siapa-siapa pihak yang diduga terlibat dalam perkara ini. Namun masih perlu kita teliti lebih dalami lagi,” kata Ferry Tass

Dalam pengungkapan kasus ini, tim penyidik Kejati Kepri telah mendapatkan sejumlah alat bukti yang cukup kuat, sehingga proses hukumnya dapat ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan dengan menetapkan para tersangka yang diduga terlibat di dalamnya.

Kalau sudah ada penetapan, baru bisa kita sampaikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, dan lihat saja hasilnya nanti,” ucapnya.

Sementara Kajati Kepri, Yunan Harjaka SH MH sebelumnya mengaku pihaknya telah menemukan alat bukti cukup kuat adanya dugaan korupsi dalam perkara ini. Hal itu dilakukan sejak April 2017 lalu.

Alokasi dana dalam perkara ini diperoleh dari APBD, sesuai Perda Kota Batam nomor 09 tahun 2006 tentang APBD Pemko Batam 2007. Namun proses penempatan alokasi dana tersebut dilakukan Pemko Batam sejak 21 Juli 2007-2012 tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme yang belaku.

Dalam perjalanan, dana sebesar Rp208 miliar ternyata tidak dapat dicairkan oleh PNS dan THL, dengan alasan Perusahaan Asuransi BAJ sudah pailit,” jelasnya. Dengan proses penyidikan kasus ini, Kejati Kepri akan segera menetapkan tersangka, menjerat perusahaan asuransi PT BAJ dengan UU TPPU Nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Selannjutnya, para tersangka nantinya juga dapat dijerat sebagaimana diatur dalam UU Nomor 20 tahun 2011 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Lebih lanjut di tingkat penyidikan, kita segera memanggil sejumlah saksi, baik dari Pemko Batam dan perusahan asuransi PT BAJ untuk diperiksa dalam proses penyidikan.

Proses penyelidikan yang telah dilakukan, kata Yunan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sebanyak 14 orang saksi dari para pihak terkait dugaan kasus tersebut. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita segera sampaikan siapa-siapa saja yang diduga terlibat sebagai tersangkanya.ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *