Ambruk Pembangunan Dam SD N06 Mungo Usai PHO

 

Limapuluh Kota.Ovumnews.com–Agaknya patut dicurigai ada apa dibalik kejadian ambruknya pekerjaan Dam pengaman SD Negeri 06 Mungo Kec. Luak Kab. Lima Puluh Kota, beberapa waktu lalu.

Pasalnya, pelaksanaan pembangunan Dam keliling pengaman Gedung SD Negeri 06 Mungo Kec. Luak Lima Puluh Kota, konon dikerjakan berdasarkan Pokok Pikiran, anggota dewan, Epi Suardi, anggota Komisi B ( Bidang Pembangunan) DPRD Lima Puluh Kota, berasal dari Dapil setempat juga dari Fraksi Hanura, disebut- sebut dikerjakan rekanan CV. Mega Feri Kont ( Kini beralih kepada adiknya Feri-red), berpotensi dijerat UU No.31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Setidaknya, hal tersebut berdasarkan investigasi LSM Ampera Indonesia yang dikomandoi Novi Budiman, SH simpulkan pekerjaan pembangunan Dam pengaman SD Negeri 06 Mungo dengan nilai Rp. 152 juta, jika disebutkan telah diopname oleh tim PHO, lantas diketahui ambruk dan nyaris menimpa sebuah bangunan di bawahnya, tentunya patut di selidiki akar masalahnya, ujar Novi.

Dikatakan Novi, seyogyanya pihaknya bakal menyurati pihak berkompeten, dibalik ambruknya pekerjaan Dam pengaman SD Negeri 06 Mungo yang telah di opname tim PHO, lantas ambruk. Tentunya patut diduga ada ketidak beresan pada perencanaan awal, serta tidak sesuai pekerjaan

Sementara Kadis Pendidikan Lima Puluh Kota melalui Kasi Prasarana Bidang Dikdas, Sarnen Indra kepada Ovumnews.com, mohonkan konfirmasi terkait ambruknya pekerjaan Dam SD N.06 Mungo konon dikerjakan CV.Mega Peri ( Pokir Epi Suardi, F Hanura) senilai Rp.152 jt. Hal tersebut diduga selain tidak sesuai speck, juga Perencanaan terkesan asal jadi ( tidak sesuai kondisi tanah- red), melalui aplikasi WhatsApp nya, “Untuk kejadian tersebut sudah diperiksa langsung oleh BPK pusat. Pekerjaan tersebut sudah selesai dan sesuai perencanaan karna kejadian ini faktor bencana alam.

Namun pihak kontraktor tetap bertanggung jawab karena dalam masa pemeliharaan. Dan sudah dikerjakan kembali. Sesuai dengan SURAT PERNYATAAN pertanggung jawaban yang semua berkas sudah dserahkan ke BPK, demikian papar Sarnen.

Sementara, Epi Suardi, Angg DPRD plus Anggota Komisi B dari Fraksi Hanura kepada ovumnews.com, konfirmasinya terkait tuduhan Pokir Pembangunan Dam keliling SD N. 06 Mungo senilai Rp.152 juta yang ambruk beberapa hari lalu info di Diknas dikerjakan CV. Mega Peri ( disebutkan adalah perusahaan wakil rakyat tersebut),

“masalah fokir itu ndak do pak tapi kalau karajo berado di nagari ambo iyo. Kalau masalah CV. Pak Edwar salah data tu mah bukan CV. Itu yang bakarajo. Masalah CV. MEGA FERI CONT. secara Adm ambo lah kalua dari struktur ke pengurusan per maret 2014. Masalah pengerjaan Dam itu telah ado kesepakatan antara rekanan. PPtk.Konsultan Perencana dan BPK yang pernah kelokasi, bahwa pekerjaan harus diselesaikan sesuai vulume yang ada, demikian pembelaan Epi Suardi. ( EB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *