Aneh, Pekerjaan Ambruk, Tetap Diterima

 

Pasaman.Ovumnews.com–Mungkin akibat merasa dekat dengan Bupati Yusuf Lubis dan mendapatkan proyek PL (Penunjukan Langsung), lalu dikerjakan asal jadi.

Adalah rekanannya CV. Bumi Jaya Perkasa, yang mengerjakan proyek PL senilai Rp.198 juta tersebut. Pekerjaannya perbaikan Alur Sungai Batang Pagariang, nyaris tidak diawasi pekerjaanya oleh PPTK dan Pengawas PU Pasaman.

Hasilnya, Dam penahan tebing yang baru siap dikerjakan, kini ambruk dan retak. Meskipun demikian, hasil pekerjaan tetap diterima, karena merasa enggan dan takut.

Menurut pengamatan GNPK- RI, sangat banyak kualitas hasil pekerjaan pembangunan fisik, yang hancur hancuran, pada anggaran APBD 2016 ini. Dan apalagi, proyek PL (Penunjukan Langsung), yang didapat oleh rekanan dari orang orang dekat sang penguasa. Contohnya, pekerjaan perbaikan Alur Sungai Batang Pagariang, yang dikerjakan CV.Bumi Jaya Perkasa, senilai Rp.198 juta.

Dimana, pada pekerjaan Dam penahan tebing saluran irigasi yang baru selesai, justruk ambruk sekitar sepanjang 35 meter, sisanya terlihat retak retak. Hal itu diungkapkan oleh Surya Darma, koordinator GNPK- RI untuk pasaman.

Lebih jauh dijelaskannya, bahwa dari hasil investigasinya di lokasi pekerjaan Alur Sungai Batang Pagariang, Nagari Tanjung Beringin, kecamatan Lubuk Sikaping, tidak ada terlihat pekerjaan diawasi oleh pengawas dari pihak Dinas PU pasaman.

Sementara, Dam penahan tebing saluran irigasi yang ambruk, dibiarkan begitu saja. Dari pengalamannya sebagai kontraktor, Surya Darma mengindikasikan penyebab ambruknya Dam penahan tersebut, karena kopor tidak dibuat, sebagai dasar kekuatan sebelum pembuatan Dam tersebut.

Selain ambruk Dam penahan tebing itu sekitar 35 meter, yang belum ambruk justru terlihat retak retak dari ujung ke pangkalnya. Jadi, retak retak tersebut, karena kurangnya adukan semen. Yang jelas, pekerjaan perbaikan alur sungai Batang Pagariang, terlalu banyak penyimpangannya.

Akbiatnya, hasil pekerjaan tak bisa dimamfaatkan oleh masyarakat. Selain merugikan daerah, juga merugikan keuangan daerah. Diharapkan, pihak penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan, segera mengusutnya agar menjadi pembelajaran bagi rekanan lainnya, dan uang negara bisa terselamatkan, ungkap Surya.

Hal itu pernah dikonfirmasikan pada Kabid Pengairan, yang akarab disapa Oyong, lanjut Surya Darma.Waktu itu, kontraktornya ( CV.Bumi Jaya Perkasa ) sudah dua kali diberi teguran, dan kontraktornya justru meminta ambruknya Dam penahan tebing alur sungai, dijadikan akibat bencana.

Tentunya permintaan yang mengada ada pihak kontraktor itu tak bisa dikabulkan, karena pada proyek lainnya tak ada yang runtuh. Karena, rekanan kontraktornya adalah tim sukses Yusuf Lubis, dan “orang bagak”, terpaksa pekerjaan itu diterima apa adanya ( PHO ), ujar Oyong waktu itu, ujar Surya Darma menirukannya.

Informasi yang dihimpun wartawan, diketahui ambruknya Dam penahan tebing perbaikan Alur Sungai Batang Pagariang. Karena, proyek PL yang dikerjakan CV.Bumi Jaya Perkasa tersebut, kurang pengawasan.

Apalagi, dana pengawas tidak cukup untuk BBM dan rokoknya. Itu sebabnya, Mawardi selaku pengawasnya, lebih memilih mengerjakan pekerjaan swakelola, yang tak diawasi.Begitu juga dengan PPTK nya, Doni Indra Putra,ST, yang disibukkan dengan urusan tender sebagai anggota Pokja ULP pasaman. Sehingga, tanggungjawabnya sebagai PPTK, diabaikan.( Nst )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *