Anggota DPRD Anambas M. Da’i Kalau Hanya 5% Siap Lebih Baik Proyek Tak Usah Dilanjuntkan Tahun Ini.

 

Hasil Pekerjaan 5% telah dicairkan RP 20% sekarang Pekerjaan Terhenti Proyek Terancam Tidak siap 22 Desember 2015

Kepri Anambas.Ovumnews..com–Begililah contoh proyek yang diduga perencanaan awal kurang matang dalam proyek jumlah milyaran rupiah yang baru dikerjakan 14 September 2015 berahir 22 Desember.takut anggaran akan dikembalikan akan kah proyek menuai malah dikala tidak siap diakhir tahun ini.

Lihat saja Proyek Pembangunan gudang Non Sistem Resi Gudang (NSRG) atau gudang logistik daerah di Tanjung Momong, Tarempa, yang bermasalah

Biaya yang diangarkan sebesar Rp 5,22 miliar dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu hingga kini diperkirakan baru selesai kurang lebih 5 persen. Sementara sisa waktu kerja kurang lebih 40 hari ke depan. Kontrak 14 September habis 22 Desember 2015.

Dilokasi ditemukan hanya sisa proyek ,lokasi kerja justru tidak terlihat ada aktivitas apapun. Di lokasi juga tidak ada satupun pekerja menjalankaproyek yang belum siap aktivitasnya.

Progres pekerjaan di lapangan tersebut sangat tidak sebanding dengan uang yang sudah dicairkan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. SKPD terkait dalam hal ini Disperindagkop sudah mencairkan uang sebanyak 20 persen dari nilai kontrak kerja atau sekitar Rp 1,04 milliar.
Karena uang sudah dicairkan sebanyak 20 persen, sementara itu aktivitas di lapangan juga tidak ada lagi, maka sempat mencuat isu santer bahwasanya direktur perusahaan membawa lari uang pencairan itu.

Lambatnya proses pengerjaan proyek ini juga memaksa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas ikut turun ke lapangan untuk mengecek langsung progres pekerjaan di lapangan.

Salah satu anggota DPRD Anambas M. Da’i, mengatakan karena gudang ini dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maka jika pembangunan gudang tidak selesai tahun ini akan menjadi beban daerah.
Kalau gudang ini tidak selesai tahun ini, maka akan menjadi beban APBD tahun berikutnya,” ungkap Da’i ketika meninjau ke lokasi.

Karena kontraktor pelaksana sudah mencairkan sebesar 20 persen, maka pekerjaan harus selesai sesuai dengan prosentase pencairan. Jika pekerjaan tidak sampai 20 persen menurutnya lebih baik proyek dihentikan saja, tidak usah dilanjutkan lagi pembangunan ini.

Kalau tahun depan kita harus anggarkan uang sebesar Rp5 milliar lagi, lebih baik distop saja. Cukup 20 persen saja, tidak usah dilanjutkan,” ungkapnya.

Karena 20 persen sudah terlanjut sudah dicairkan, maka nantinya juga harus dihitung ulang. Kontraktor pelaksana harus dibayar sesuai dengan volume pekerjaan, jika progresnya tidak cukup 20 persen, maka uangnya harus dikembalikan. Ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *