Apabila Manusia Berpaling Dari Mengingat Allah

 

Padang.Ovumnews.com– Meninjau aktivitas di Stasiun Simpang Haru Kota Padang dan sekaligus memberikan tausiyah kapada para karyawan PT. KAI Padang dan para penumpang Kereta Api yang sedang menunggu jadwal keberangkatan siang ini.

Moda kereta api jalur Padang-Pariaman berangkat 3 kali sehari, selama hari lebaran akan ditambah satu trip lagi sesuai kebutuhan penumpang yang semakin meningkat.Taushiah Ramadhan (18):

Akhtaar Nisyaan Al Qur’aan (Bahaya Melupakan Al Qur’an)

Di dalam Al Qur’an terkandung nilai-nilai pedoman, petunjuk, dan kemuliaan pada Zat-Nya yang ke semua itu harus dipelihara dan dijaga dengan baik. Tidak boleh manusia melupakan Al Qur’an apalagi membelakanginya atau meninggalkannya.

Apabila manusia berpaling dari mengingat Allah, maka Allah akan melalaikan hati mereka dari mengingat KalamNya. Al Qur’an adalah petunjuk hidup yang mencerahkan kehidupan manusia. Barang siapa yang tidak mengambilnya sebagai petunjuk hidup berarti ia telah memilih petunjuk lain yang menyesatkan, karena petunjuk al Qur’anlah sebenar-benarnya petunjuk dalam kehidupan ini.

Surah An Nisa 4:115
“Dan barang siapa yang menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka jahannam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali”.

Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, Allah akan melapangkan dadanya. Sebaliknya yang tidak mendapat petunjuk, dadanya akan terasam sempit menghimpit seakan naik ke ketinggian langit.

Surah Al An’am 6:125

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”

Seseorang yang melalaikan dan meninggalkan Al Qur’an, sesungguhnya dia pun telah melalaikan Allah dari hatinya. Allah adalah tempat kita bergantung dan memohon pertolongan. Sehingga, mereka akan selalu merasakan kesulitan dalam hidupnya, pun hidupnya sebenarnya berkecukupan. Banyak masalah yang terasa lebih sulit dari yang seharusnya untuk diselesaikan.

Surah Taha 20:124

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku (Al Qur’an), maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.

Mereka tidak dapat melihat kebenaran al-Qur’an bukan karena mata mereka buta. Kebutaan yang lebih parah adalah apabila mengenai hati. Orang yang mengalami kebutaan secara lahir mungkin saja mendapatkan kehidupan yang baik selama hatinya tidak buta.

Surah Al Hajj 22:46

“Maka tidak pernahkan mereka berjalan di muka bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada”.

Hati yang jauh dari petunjuk Allah menjadi keras dan sukar untuk menerima kebenaran sehingga disifatkan Allah lebih keras dari batu. Ada yang mendengarkan Al Qur’an namun hati dan telinga mereka telah terkunci sehingga tidak bisa memahami Al Qur’an sama sekali.

Surat Al Hadiid 57:16

“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka) dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak diantara mereka menjadi orang-orang yang fasik.Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *