Arogansi PU Limapuluh Kota, Batalkan Sepihak Hasil Lelang

 

Limapuluh Kota, Ovumnews.com-Proyek yang sudah dilelang dan diumumkan pemenang terdernya tidak boleh dibatalkan sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitment (PPK). Jika memang pembatalan sepihak, maka Penyedia/Kontraktor dapat menuntut PPK serta atasannya.Hal Itu telah diatur dalam Pasal 13, Perpres 54/2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Namun hal tersebut , dilakukan oleh PPK di Satker Dinas PU Kab. Limapuluh Kota.

Masyarakat Limapuluh Kota, tentunya sangat kecewa serta mengecam keras, khususnya dibatalkan sepihak alokasi pembangunan didaerahnya, khususnya di Satuan Kerja Pekerjaan Umum, dibawah kendali Ir. Edwar.
Berdasarkan investigasi wartawan, setidaknya ada lima paket pekerjaan fisik yang sudah dilelang dan diumumkan pemenang tendernya, oleh Satker PU Kab. Limapuluh Kota dibatalkan sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dengan alasan terdapat kesalahan penyusunan speck.

Empat dari lima paket pekerjaaan fisik yang sudah dilelang dan diumumkan pemenang tender oleh ULP Kab. Limapuluh Kota, dan oleh PPK diduga dibatal sepihak, diperoleh dari investigasi wartawan dilapangan yakni Pembangunan Jembatan Sasak Simp Ampek Tiaka Kec.
Guguak, Harga Perkiraan Sendiri ( HPS) Rp.2.1 M. Berdasarkan tahapan lelang yang diikuti oleh 48 peserta lelang, dan penetapan Panitia, tanggal 23 April 2015, CV ditunjuk sebagai pemenang Rafli Kontraktor, yang beralamat di Jorong Pinago Limbanang Kec. Suliki Kab. Limapuluh Kota dengan harga penawaran Rp.1.883.321.000.
Masih berdasarkan Tahapan Lelang yang ditayangkan ULP Kab.

Limapuluh Kota, Penanda tanganan Kontrak mulai tanggal 28 April 2015 s/d 30 April 2015, ketika wartawan lakukan kunjungan ke lokasi proyek, Senin,16 November 2015 lalu, kaget serta heran, ternyata dilapangan sama sekali tidak ada melihat ada pekerjaan pembangunan Jembatan Sasak Simp Ampek Tiaka Kec. Guguak oleh rekanan CV. Rafli Kontraktor.

Ketika hal tersebut, wartawan yang berhasil temui Wali Jorong Tiaka Nagari Guguak VIII Koto, Syafriadi Mansyur juga didampingi seorang tokoh masyarakat, Afdiani Syahrial, akui kekecewaannya, memang pihaknya telah dapatkan informasi bahwa pembangunan jembatan Sasak Simp Ampek Tiaka tersebut, batal dibangun, karena adanya kesalahan speck, PPK membatalkan hasil lelangnya, dan pembangunan jembatan tersebut dijanjikan dipriotaskan tahun 2016 mendatang, demikian ungkap mereka.

Hal yang sama juga terjadi pada paket Pembangunan Jembatan Lubuak Simato II Kec. Mungka, oleh Panitia mematok HPS Rp.1.7 M, berdasarkan evaluasi penawaran serta evaluasi dokumen Kualifikasi, mulai tanggal 16 April 2015 s/d 23 April 2015 terhadap 52 peserta lelang yang mendaftar, akhirnya menetapkan pemenangnya CV. Monica, alamat Jorong Aur Duri Nagari Maek Kec. Bukit Barisan Kab. Limapuluh Kota, dengan harga penawaran Rp.1.604.682.000
Tapi apa , menurut pengakuan, Zon, Direktur CV. Monica, yang berhasil dihubungi via ponselnya, pihaknya hanya mengaku kecewa dan tidak bisa berbuat banyak atas pembatalan sepihak yang dilakukan PPK di Satker PU Kab. Limapuluh Kota, kendati berdasarkan pengumuman ULP tetap ditayangkan Penandatangan kontrak dilakukan tanggal 29 April 2015 s/d 08 Mei 2015, demikian papar Zon.

Masih menurut Zon, pihaknya CV. Monica juga mengalami nasib yang sama, terjadinya pembatalan sepihak oleh PPK atas hasil lelang Pembangunan Jalan Baruah Gunuang- Pauh Kec. Bukit Barisan HPS Rp.300 juta. Padahal berdasarkan evaluasi dokumen Kualifikasi dinyatakan lulus adalah empat rekanan diantaranya, CV. Dengan harga penawaran Rp.254.794.000, CV. Citra Karya Nusantara, Rp.268.931.000, CV.Zakyindo Pratama Rp.271.368.000, dan CV. Bonai LestariContractor Rp.283.600.000, akhirnya panitia menetapkan pemenangnya tanggal, 25 April s/d 27 April 2015, serta Penandatangan Kontrak mulai tanggal 04 Mei s/d 08 Mei 2015 itu, PPK juga membatalkan hasil lelang tersebut, ujar Zon.

Dilain pihak, wartawan yang telah berupaya mintakan statemen/ tanggapan seputar adanya tuduhan pembatalan sepihak hasil lelang terhadap lima paket proyek di lingkungan Satker PU Limapuluh Kota, baik Kadis PU, Ir. Edwar serta Kabid Binamarga, Deswandi, melalui ponselnya, hingga berita ini bungkam tak berikan tanggapannya. Ada apa gerangannya…? (KE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *