Aroma Busuk Proyek Jalan Baru Sungai Naniang Antara PT. RRB Dan PUPR Limapuluh Kota

 

Ovumnes.com Limapuluhkota..Padang-Banyak pihak sepertinya mencurigai pelaksanaan Proyek pembangunan jalan baru di Jorong Aia Masin Nagari Sungai Naniang yang dikerjakan oleh Kontraktor PT Riau Rancang Bangun, ditenggarai sarat KKN, diduga terkesan dipaksakan itu akhirnya digugat masyarakat setempat.

Awalnya pelaksanaan pembuatan trase jalan baru, memotong ruas jalan raya dari Nagari Baruh Gunung- Sungai Naniang Kec. Bukit Barisan Kab. Limapuluh Kota, ditenggarai lokasi pekerjaan sengaja dialihkan dari perencanaan awal.

Soalnya, berdasarkan investigasi tim sumbar.Ovumnews.com pekerjaan yang dilaksanakan PT.Riau Rancang Bangun yang beralamat di Pekanbaru itu dengan Kontrak No.06/Kontrak-BM/PJL-DAU/PUPR-LK/2017, tanggal 14 Juli 2017 dengan masa kerja 165 hari kalender itu senilai Rp.5.205.383.000,- kok beralih keruas jalan Baruh Gunung- Jorong Aia Masin Nagari Sungai Naniang Kec. Bukit Barisan (Trase baru- red).

Anehnya, menurut Akmal, mengaku warga setempat, pembuatan ruas baru jalan yang menghubungkan Baruh Gunung- Sungai Naniang dan Andiang itu, terkesan dipaksakan. Pasalnya selain tidak berpengaruh jarak tempuh dari jalan lama, juga telah hilangnya sekian luas areal persawahan masyarakat karena telah ditimbun, demikian kecewa Akmal.

Sementara, dari catatan Ovumnews.com bahwa kondisi ruas jalan dari Baruh Gunung- Andiang yang melewati Nagari Sungai Naniang terlihat sangat parah, karena banyak terdapat lubang besar serta hancur, terlihat telah lama tidak diperbaiki.
Selain itu, gugatan tersebut datangnya dari warga setempat, Akmal paparkan seputar pengerjaan jalan baru sepanjang 600 Meter dan lebar 4 meter dan pasangan batu pengaman disertai 2 unit aramco sampai dengan Rigid Beton jalan dengan lebar 4 meter dengan Beton K-300 itu, dicurigai tidak sesuai dengan dokumen kontrak

Menurut Akmal, selain kita saksikan timbunan yang dipakai dikatakan 100 persennya memakai tanah timbunan. Ironis menurutnya lagi, sebagian dari badan jalan itu hanya dipasang batu pengaman ( turap- red) setinggi permukaan timbunan.
Sedangkan pada dua titik, yakni STA 550m s/d 600 M, di bagian sebelah Barat dan 400 s/d 500, di sebelah Timur sama sekali tidak dipasang batu pengaman, alias pengerjaannya sudah dikunci, demikian sebutnya.

Sedangkan pada satu titik lainnya, yakni pada STA 350 s/d 400 M, di sebelah Barat, pemasangan batu pengamannya ditemui setengah dari tinggi timbunan, ujarnya.

Dipaparkan, pengerjaan proyek jalan yang dilakukan rekanan PT Riau Rancang Bangun itu diduga sangat asal asalan, sehingga akan menjadi rawan bencana berakibat tanah longsor jika musim hujan tiba.

Dan itu sangat berdampak negatif bagi masyarakat yang mempunyai persawahan di kiri kanan di jalan tersebut, papar tokoh masyarakat setempat itu lagi.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh sumbar.auditpos.com, Selasa (7/11), sekitar pukul 12.30 WIB, terlihat Kadis PUPR Kabupaten Limapuluh Kota, Yunire Yunirman bersama perwakilan PT Riau Rancang Bangun, Dion Simanungkalit, mendatangi proyek pembangunan jalan baru tersebut yang diprotes oleh warga setempat.

Dari sumber terpecaya katakan sempat terjadi perdebatan antara Kadis PU yang didampingi Dion Simanungkalit dengan Penyul Hasni, Walinagari Sungai Naniang, dan beberapa warga setempat terkait proyek jalan yang dinilai telah meresahkan warga itu.

Kadis PUPR Kab. Limapuluh Kota, Yunire Yunirman, yang berhasil dimintakan tanggapannya, via Whatshap hanya menjawab,” karena jalan lama berkali-kali terban dan terban terus, rusak lagi- rusak lagi.Jadi di alihkan trase jalannya”, demikian ungkap orang nomor satu PUPR itu. EB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *