Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Serta Kesejahteraan dan Penanggulangan Kemiskinan Painan,

 

Painam Ovumnews.com– Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) merupakan salah satu diantara lembaga nonstruktur, yang memberi konstribusi kepada Negara dibidang pembangunan, kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan melalui pengelolaan dan zakat.
Ketentuan tersebut melalui Perundang-undangan, namun manfaat yang diberikan Baznas pada Negara dan Bangsa jauh lebih besar. Yang mana berdasarkan amanat UUD 1945 Pasal 34 bahwa, “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara,” maka peran Baznas sangat menunjang tugas negara. Peran dan kontribusi Baznas pada masyarakat khususnya umat Islam, tidak hanya ukuran yang bersifat kuantatif.
Terutama peran Baznas dalam menyebarluaskan nilai-nilai zakat ditengah masyrakat. Yaitu nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, etos kerja, etika kerja dalam mencari rezeki yang halal dan baik, serta nilai-nilai zakat yang terkait dengan pembangunan karakter manusia (character building, red).
Seperti yang telah diatur dalam UUD RI 1945, ada empat lembaga nonstruktur diantaranya, Badan Amil Zakat Nasional adalah lembaga nonstructural yang dibentuk berdasarkan UUD Nomor 23 Tahun 2011, tentang pengelolaan zakat. Pembentukan Baznas pertama kali ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional, sesuai dalam amanat UUD Nomor 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat yang berlaku pada saat itu.
Baznas berstatus sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktur yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden, untuk Pusat dan sampai jajaran ketingkat Daerah bertanggungjawab pada Kepala Daerah. Gubernur untuk Provinsi/Bupati untuk Kabupaten/Wali Kota untuk Kota.
Bupati Pessel H. Nasrul Abit, menambahkan dari Januari sampai Desember tahun 2014, Pemkab Pessel telah melakukan bedah rumah sebanyak 137 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan program rehab 82 unit rumah. Serta bantuan pendidikan, pengobatan masyarakat miskin dan modal usaha. Pada tahun 2014 Baznas Pessel telah terima zakat dari tingkat Kecamatan dan sekolah-sekolah SD/SMP/SMA/SMK yang tersebar di Kabupaten Pessel dan SKPD-SKPD termasuk penyetoran muzaki pada BRI, BPD, dan Mandiri Syariah. Terhitung dari Januari sampai Desember tahun 2014 Baznas Pessel telah terima zakat Rp. 2.394.080.831,- dan yang telah tersalurkan sebesar Rp. 2.298.886.371,- dana Baznas berasal dari zakat PNS yang ada di Kabupaten Pessel.
Adanya Baznas kita telah membantu masyarakat miskin dan siswa-siswi miskin berprestasi. Sedangkan dari data bulan Januari tahun 2015 yang diterima Baznas Pessel Rp. 183.356.271,- yang disalurkan Rp. 102.745.106,- bulan Februari Rp. 289.542.066,- tersalurkan Rp. 158.871.627,- dari hasil penerima zakat melalui Baznas saldo Rp. 269.773.759,- yang digabungkan dari saldo tahun 2014 Rp. 58.492.155,-. Dan juga pelaksanaan program bedah rumah sampai Februari 2015 kita telah lakukan sesuai program utama bedah rumah sebanyak 13 unit diberbagai Kecamatan Sutra, Lingo Sari Baganti, Air Pura Ranah Pesisir, Batang Kapas, Koto XI Tarusan, dan IV Jurai.
Dalam pengelolaan Baznas Pessel pada tahun 2015 ini semakin berkembang baik hendaknya dari sisi pengumpulan, pendistribusian serta pendayagunaan. Karena, penghimpun/penerima dana yang besar di Baznas adalah dari zakat, yang penghasilan dari gaji pegawai di lingkungan Pemkab Pessel. Dan pelaksanaan tugas Baznas merupakan satu sistim dari Pusat sampai Baznas Provinsi dan Baznas Kabupaten/Kota. Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *