Belasan Jurnalis Solok dan Humas Pemkab Solok Selatan Sumatra Barat Kunjungi Kantor Redaksi Harian Pikiran Rakyat

 

Bandung Ovumnews.Com–Belasan Jurnalis beserta Humas Pemkab Solok Selatan berkunjung ke Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Soekarno-Hatta 147, Bandung, Rabu (7/5/2014). Kemaren selain berdiskusi mengenai manajemen dan operasional PR, rombongan juga meninjau gedung percetakan.
Rombongan yang dipimpin Asisten III Kabupaten Solok Selatan, Epli Rahmat dan Kabag Humas Zamzami itu diterima Redaktur Pelaksana Pikiran Rakyat, Erwin Kustiman.
Asisten III Kabupaten Solok Selatan, Epli Rahmat mengungkapkan, kedatangan rombongannya ke Redaksi PR bertujuan untuk melakukan studi banding, terutama di bidang publikasi media.
Sebagai daerah pemekaran baru, menurut dia, Kabupaten Solok Selatan membutuhkan berbagai referensi untuk pengembangan daerahnya.
“Harian PR ini sudah cukup dikenal di daerah Sumatra Barat. Kami ingin meninjau secara langsung kegiatan produksi dan gedung percetakan di harian ini dan mengambil hal-hal yang bermanfaat untuk diterapkan di daerah kami,” katanya, Rabu (7/5/2014).
Epli menuturkan, Kabupaten Solok Selatan berdiri pada 2005 lalu sebagai pemekaran dari Kabupaten Solok yang pernah dipimpin Gamawan Fauzi, Menteri Dalam Negeri.
Sebagai daerah pemekaran baru, Kabupaten Solok Selatan masih memiliki sejumlah potensi sumber daya alam yang belum tergali secara optimal. Untuk mengoptimalkannya, menurut dia, pemerintah daerah tidak bisa terlepas dari peran media massa.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Humas Pemkab dan para jurnalis dari berbagai media cetak dan elektronik di Kabupaten Solok Selatan juga mengajukan berbagai pertanyaan terkait dengan manajemen dan operasional Pikiran Rakyat. Mereka juga berkesempatan mengunjungi gedung percetakan PR untuk meninjau proses produksi.
Redaktur Pelaksana Pikiran Rakyat, Erwin Kustiman menyambut baik kedatangan jajaran Pemkab Solok Selatan beserta para awak media tersebut. Dalam kesempatan itu, Erwin juga menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan para jurnalis.
Erwin menuturkan, Harian Umum Pikiran Rakyat terus berupaya mempertahankan pola siger tengah dalam menyajikan pemberitaannya.
Hal itu merupakan salah satu kunci harian yang kini menginjak usianya yang ke-48 tahun ini tetap berdiri dan masih diterima masyarakat.
Siger tengah adalah tidak memihak salah satu pihak, tetapi mencari jalan tengah dari setiap masalah. Itu dituangkan dalam pemberitaan secara santun, sesuai dengan budaya Sunda,” katanya.
Untuk menjadi media yang mendapatkan tempat di hati masyarakat, lanjut Erwin, Pikiran Rakyat menempuhnya melalui proses panjang. Hal itu, menurut dia, tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan peran penting para karyawan di dalamnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *