Belasan Wartawan di Balai Wartawan Luak Limopuluah, Tuding KPU Limapuluh Kota Pilih Kasih

 

Limapuluh Kota-Ovumnews.Com.KPU Kabupaten Limapuluh Kota disebut pilih kasih oleh beberapa wartawan media di Balai Wartawan Luak Limopuluah. Pasalnya, hasil rapat paripurna tentang penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang seyogianya harus diumumkan secara luas kepada masyarakat melalui pemasangan iklan atau liputan khusus di media massa, ternyata hanya media tertentu saja yang diberi fasilitas iklan tersebut oleh pihak KPU.

“Seharusnya, sikap pilih kasih terhadap media ini tidak perlu dilakukan KPU Limapuluh Kota. Karena selama ini, sejumlah media massa, utamanya harian dan portal sudah banyak memberikan kontribusi untuk kesuksesan tugas KPU Limapuluh Kota,“ ucap wartawan gaek Zulkifli.

Ditambahkan oleh Rahmadalius, kawan-kawan wartawan media yang bertugas di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh tidak hanya mampu memberikan kontribusi positif kepada KPU, malah untuk menjaga hubungan baik antara KPU dengan wartawan media.

Banyak isu-isu miring terkait proyek alat peraga kampanye dan gaduh adanya dugaan kongkalingkong soal penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang bermuara dibentuknya Pansus oleh DPRD Limapuluh Kota yang seharusnya menjadi pemberitaan menarik untuk dipublikasikan di media massa, berusaha diredam rekan-rekan wartawan media.

“Gunanya agar alek demokrasi Pilkada tetap berjalan lancar,” itu kata Wartawan Doddy Sastra.

“Sepertinya, kita pantas mempertanyakan, kenapa setelah pelaksanaan Pilkada sukses dan bahkan sampai pasca digugat oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ke Mahkamah Konstitusi (MK) KPU Limapuluh Kota pilih kasih kepada media,” ujar Doddy Sastra berkomentar.

Ketua KPU Limapuluh Kota, Ismet Aljannanta dihubungi, mengaku tidak ada dana lagi untuk pemasangan iklan atau liputan khusus terkait penetapan pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih itu.

“Dananya tidak ada lagi tersedia. Iklan yang dimuat beberapa media tertentu itu dananya bersumber dari sisa dana beberapa kegiatan kemarin,” ujarnya beralasan.

Namun, apapun alasan Ismet Aljannanta, tidak dapat diterima kawan-kawan media lainnya, karena ada sikap pilih kasih KPU terhadap media yang ada di daerah ini.

“Kalau alasan tidak adanya anggaran kita sulit menerimanya, karena anggaran KPU Limapuluh Kota untuk Pilkada 2015 lalu tersedia cukup banyak. Kecuali anggaran yang seharusnya disalurkan untuk biaya publikasi itu, sengaja dialihkan pihak KPU untuk biaya pulang pergi Limapuluh Kota-Jakarta selama menjalani sidang di MK,” tuding Lili Wartawan Harian Mentro Andalas. Anggaran KPU di pelaksanaan alek Pilkada Rp18 Milyar.

Kecaman paling keras dilontarkan aktivis LSM Ampera, Awaluddin Ayub. Menurutnya, kita setuju dan mendukung jika Pansus DPRD Limapuluh Kota menelisik anggaran KPU Limapuluh Kota yang konon disinyalir sarat dugaan konaglingkong, utamanya terkait proyek pengadaan alat peraga kampanye. Setidaknya, dugaan terjadinya tindak korupsi ini pernah disuarakan mahasiswa dalam aksi demontrasi di kantor KPU Limapuluh Kota,“ ujarnya berkomentar.

Demo KPU

Soal transparansi anggaran ini sudah pernah KPU Limapuluh Kota didemo oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh yang tergabung dalam wadah Himpunan Mahasiswa Islam, Kamis (12/11/2015). Ratusan pendemo melakukan aksi demontrasi ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota yang berada di jalan raya nasional Tanjung Pati-Pekanbaru itu.

Dalam aksi demontrasi yang dikawal secara ketat oleh ratusan anggota Polres Limapuluh Kota dan Polres Payakumbuh itu, mahasiswa menuntut agar KPU Limapuluh Kota transparan dalam mengelola dana Pilkada yang berjumlah miliaran rupiah itu.

Selama 3 jam berada di kantor luar pagar kantor KPU, ratusan mahasiswa itu selain berorasi menyampaikan tuntutan-tuntan, mereka juga membawa sejumlah pamlet berisikan kalimat-kalimat menuntut agar KPU tidak melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana Pilkada.

“KPU Hati-hati…! KPU Jangan Korupsi…! KPU, Kami Mahasiswa Mengawasi…!,” sorak salah seorang orator, Vemmi Amri, membakar semangat ratusan teman mahasiswa yang ikut dalam aksi demonstrasi itu.

Para mahasiswa itu tak hanya menuntut transparasi anggaran, mereka juga mengecam lemahnya sosialisasi Pilkada Limapuluh Kota.

“Dalam mengelola Pilkada, KPU harus bekerja profesional termasuk meningkatkan sosialisasi Pilkada, untuk mengantisipasi tidak banyaknya golput pada Pilkada,” ujar mahasiswa itu waktu demo.(dsp)Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *