Beras Raskin Bercampur Batu

 

Batusangkar.Ovumnews.Com– Masyarakat Tanah Datar Batusangkar khususnya Nagari Balimbiang Kecamatan Rambatan yang mendapat Raskin, merasa kecewa saat menerima jatah mereka yang di bagikan melalui Jorong setempat.

Hal ini di sampaikan salah seorang Jorong Padang Pulai Nagari Balimbiang kepada Awakmedia (25/10/2016). Asril menyatakan bahwa seluruh masyarakatnya yang menerima jatah Raskin tetap mengambil beras mereka.

Di akuinya kondisi perekonomian masyarakat Balimbiang saat ini dalam keadaan yang cukup memprihatinkan, hal ini berkaitan dengan banyaknya sawah petani yang gagal panen akibat hama wereng dan musim kering yang menimpa Nagari Balimbiang beberapa waktu lalu.

“Masyarakat “ambo” tetap mengambil Jatah Raskin mereka walaupun menurut pandangan mata beras yang di bagikan tersebut sangat tidak enak di pandang, namun dari sebahagian besar masyarakat setelah menerima beras tersebut biasanya mengolah kembali ke “heler” agar warnanya menjadi putih bersih dan elemen-elemen seperti batu batu kecil, padi, dan benda seperti dedak yang ada di dalam beras tersebut dapat di bersihkan, ” ujar Asril.

Asril juga mengatakan bahwa untuk biaya pengilingan jatah raskin mereka yang 15 kg ini per KK, heler biasanya mematok harga kira kira Rp.10.000,- kepada masyarakat, dan ada juga masyarakat yang mencampur beras jatah raskin mereka dengan beras kampung agar masyarakat dapat menikmati nasi dari jatah raskin mereka.

Kaur Nagari Balimbing Erwandi yang di temui saat di kantor Wali Nagari mengatakan, bahwa raskin tersebut di disribusikan oleh kantor Bulog Tanah Datar. Dari lima jorong yang ada di nagari Balimbing yaitu Kinawai, Balimbing, sawah Kareh, Bukik Tomaso, Padang Pulai banyaknya jatah untuk Nagari Balimbing sebanyak 1130 karung ukuran 15 kg.

Diakuinya dulu pernah pada bulan Februari 2016 Nagari memperoleh beras yang cukup bagus yang di berikan pemerintah untuk masyarakat miskin ini, namun beberapa bulan terakhir beras yang tersedia dan di bagikan tampaknya agak lebih turun mutunya dari yang sebelumnya.

Mengklarifikasi permasalahan ini Minangkabaunews mencoba menghubungi kepala Gudang BULOG GSP Tanah Datar, Dasrizal. di kantornya. Dasrizal mengatakan bahwa beras yang mereka Distribusikan berasal dari beras Sulawesi Selatan dan Jawa Barat.

“Memang seperti ini kondisi beras yang kami terima dan sampai ke gudang, permasalahan ini juga menjadi perhatian kami, dari beberapa penerima Raskin di wilayah Tanah Datar memang seakan-akan kecewa dengan kondisi beras yang ada. Namun pada posisinya kamipun terutama kepala Gudang Bulog Tanah Datar hanya bisa menyalurkan beras yang telah di kirim dari kantor pusat tanpa bisa berbuat apa- apa, ” ujar Dasrizal

Dasrizal mengatakan bahwa pengaturan tentang harga beras yang dapat di distribusikan Bulog sesuai dengan Inpres no 5 tahun 2015, bahwa harga pembelian beras dengan dana yang di sediakan Bulog yaitu sebesar Rp.7300,- per kilogram. Setelah pihak Bulog mencari keberbagai tempat di seluruh Indonesia jenis beras yang dapat di jangkau dengan harga yang di tentukan Inpres No 5 tersebut berasal dari Sulsel dan Jabar.

“Seandainya ada beras lokal kita di Tanah Datar yang bisa kita beli dengan harga yang di tetapkan tersebut per kilogramnya, tentu hal ini dapat kita usulkan ke Bulog pusat, karena kita semua tahu masyarakat Sumbar khususnya tidak cocok lidahnya dengan beras dari luar Sumatera, namun apa mau di kata kami telah pergi mengelilinggi wilayah Sumbar namun tidak juga menemukan beras seharga Rp.7300 perkilonya, ” Sampai Ka Gudang Bulog Tanah Datar ini.

Dikatakan Dasrizal apalagi dengan kondisi saat ini, dimana pemerintah telah melakukan kebijakan berupa pengurangan beras impor, dalam rangka memaksimalkan penyerapan beras petani lokal.

“Saat ini pemerintah mengupayakan, mengurangi dan menghentikan impor beras untuk raskin sampai akhir tahun 2016, walaupun diakui bahwa kwalitas beras impor Thailand memang lebih bagus, namun kami pihak Bulog tentu ikut aturan yang ada guna mendukung program pemerintah yaitu mengupayakan penyerapan beras lokal, ” katanya.

Sementara itu secara terpisah Dandim 0307 Tanah datar Letkol Inf. Nandang Dimyati, SIP yang diketahui beberapa waktu lalu juga mendatangi Gudang Bulog Tanah Datar guna mencek langsung stock beras di Tanah datar kepada kami menyampaikan bahwa, dari hasil pengecekan beras raskin yang berada di gudang Bulog Tanah Datar termasuk dalam kategori Medium yang berasnya di datangkan dari Sulawesi Selatan dan jawa barat. Dan untuk kebutuhan beras yang tersedia di Bulog saat ini adalah sebanyak 270 Ton perbulan.

Di tambahkan Dandim bahwa semua pihak tentu berharap stok beras yang ada di Bulog GSP Panti lebih baik lagi kwalitasnya. Untuk itu TNI AD khususnya Kodim 0307 TD sedang megupayakan untuk mengejar target swasembada pangan di wilayah Tanah Datar

“Harapan TNI bersama pemerintah tiga tahun kedepan kita sudah bisa mewujudkan swasembada pangan, walaupun permasalahan klasik di daerah kita ini seperti pengairan, hama wereng dan sawah tadah hujan menjadi kendala, apalagi dengan kondisi kemarau yang berkepanjangan beberapa waktu lalu, ” tutup Dandim. Ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *