Berkedok Panti Pijit CV. Asmara 22Salurkan PKS

 

Batam..Ovumnews.com– Karyawan CV Asmara 22, Rahmawati mengaku tidak mempunyai alat untuk melakukan kegiatan massage seperti kebanyakan tempat panti pijit yang lain. Bahkan, aktivitaspun hanya dilakukan diluar perusahaan.
“Alat untuk massage tidak ada, kami hanya melayani pelanggan diluar” ungkap Rahmawati didalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Senin (23/1).

Sidang yang berlansung diketua oleh hakim Mangapul Manulu yang didampingi hakim Redite dan Hera, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syamsul Sitinjak mendatangkan dua orang saksi yaitu, Rahmawati pekerja di CV Asmara 22 dan Hilmi tukang ojek yang biasa mengantar pekerja ketempat klien.

Ditambah Rahmawati, ruko tersebut hanya dijadikan tempat dan untuk menanti tamu yang membutuhkan jasa mereka dalam memuaskan hasrat sexsualnya. Ruko yang terdiri dari dua lantai tersebut dibagi menjadi dua fungsi, lantai satu dijadikan tempat untuk menanti tamu dan lantai dua untuk tempat tinggal dari kesemua pekerja.

Sementara itu, para pekerjapun tidak dibekali cara memijit atau memberikan terapi kepada tamu yang datang terlebih dahulu, seperti layaknya tempat massage yang lain dimana para pekerjanya dilatih terlebih dahulu sebelum dipekerjakan.

“Pelatihan tidak ada, kami langsung disuruh kerja” kata wanita yang katanya baru bekerja selama tiga minggu ini.

Hal yang mengejutkan juga disampaikannya didalam persidangan, ketujuh wanita yang bekerja di CV Asmara 22 tidak ada yang dipaksa untuk menjadi penghibur laki-laki hidung belang, mereka semua mau bekerja karena memang keinginan pribadi tanpa ada unsur paksaan dari pemilik CV Asmara 22.

“Kami tidak dipaksa, itu keinginan kami sendiri saat dijelaskan sebelum bekerja disana,” terangnya.

Mengenai soal gaji, para pekerja ini cukup lumayan. Mereka diberi gaji setengah dari uang yang mereka dapatkan dalam melayani tamu, yang mana harga untuk short time berkisar dari 400 ribu sampai 500 ribu, sedangkan long time seharga 1 juta sampai 1,2 juta.

Untuk masalah gaji kami tidak bulanan, melainkan kami mendapatkan uang setengah dari yang dikasih tamu”terang Rahma lagi.

Untuk transportasi para wanita yang bekerja di CV Asmara 22 menggunakan jasa ojek dan mereka membayar dengan memberikan voucher kepada tukang ojek yang mana nantinya voucher tersebut akan ditukarkan dengan uang melalui kasir.

“Saya dibayar dengan voucher, nanti voucher tersebut saya tukarkan lagi kekasir untuk mendapatkan uang dan satu voucher dihargai 10 ribu,” kata Hilmi menjelaskan.

Pria yang bekerja sebagai tukang ojek tersebut juga mengatakan kalau dia biasanya dipanggil melalui telephone seluler karena dia tidak hanya mangkal didekat CV Asmara 22 tapi dia juga mangkal ditempat lainnya.

“Kalau saya tidak ada biasanya mereka nelfon, kan saya tidak hanya mangkal ditempat itu aja,” kata Hilmi lagi.

Dijelaskannya juga kalau para pekerja tidak ada yang beraktivitas di CV Asmara 22 tersebut, melainkan mereka semua beraktifitas diluar dari CV Asmara 22. “Kalau aktifitas tidak ada disana, mereka melakukannya diluar” katanya.

Ketujuh orang terdakwa ini didakwa dengan pasal tindak pidana perdangan orang dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *