BP Batam Dituding Konkalingkong Dalam Lelang Proyek

 

Batam.Ovumnews.com–Tudingan yang diarahkan oleh berapa kontraktor terkait dalam lelang proyek,sejumlah paket proyek milik Badan Pengelola Batam yang ditangani Pokja UPL, diduga kuat bermasalah, dalam penetapan pemenang tender.

Akibatnya beberapa perusahaan kontraktor yang ikut lelang proyek, merasa dirugikan sehingga mengajukan protes bahkan menempuh jalur hukum untuk memperkarakan BP Batam. diberitakan infonusantara.ada dugaan kuat, bahwa oknum-oknum pejabat di kelompok kerja I Unit Layanan Pengadaan (ULP) BP Batam, melakukan persekongkolan untuk menetapkan pemenang lelang.

Sejumlah kontraktor yang mengikuti lelang beberapa proyek BP Batam, menuding bahwa penetapan pemenang tidak transparan dan banyak kejanggalan. Disamping itu, Pokja BP Batam dituding mencari-cari kesalahan kontraktor lainnya yang tak masuk akal, agar memuluskan kontraktor tertentu sebagai pemenang tender atau lelang .

Sebagai catatan, salah satu lelang paket proyek yaitu pengadaan barang/jasa pekerjaan pembangunan dan perbaikan jalan kolektor kawasan industry CPO Kabil tahap II. Pelelangan dengan dokumen bernomor 5127.005.001.051B/D.01.02/Pokja-1/4/2016 tanggal 29 April 2016 menuai masalah.

Sehingga salah satu perusahaan kontraktor yang mengikutinya PT Jati Raja Kontraktor dengan nomor penawaran : 30/SPH-JRK/BTM/V/2016 dengan harga penawaran Rp2.916.466.000.- (dua miliar Sembilan ratus enam belas juta empat puluh enam ribu rupiah) dengan urutan kedua mengajukan Somasi melalui pengacaranya Sudirman Situmeang SH.

Lelang proyek tersebut dituding penuh dengan persekongkolan oknum-oknum pejabat di Pokja I ULP BP Batam untuk menetapkan pemenang lelang. Pimpinan PT Jati Raja Kontraktor telah membuat surat pengaduan ke Pokja II ULP BP Batam yang tembusannya juga dikirimkan ke Kejaksaan negeri Batam, Polda kepri.

Menunggu proses pengaduan tersebut diatas, kini menyusul proyek pembangunan Dermaga Kabil mendapat protes atas penetapan pemenang tender kepada Pokja I BP Batam. Lengkap sudah seperti tudingan berbagai kalangan yang mensinyalir, bahwa masih banyak oknum-oknum pejabat di tubuh BP Batam sebagai ‘mafia’ proyek mapun mafia lahan.

Sumber mengatakan ,proyek pembangunan pengembangan Dermaga curah Kabil kental dengan nuansa KKN untuk menetapkan kontraktor pemenang lelang. Bahkan di beberapa media sudah terekspos, PT JMK telah melayangkan surat keberatan kepada Pokja I BP Batam atas penetapan pemenang tender yaitu PT WK (Wijaya Karya).

Masih kentalnya KKN atau mafia proyek dan mafia lahan di tubuh BP Batam, berbagai kalangan meminta, sudah saatnya Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro untuk segera menindak atau membersihkannya.

Jika tidak, BP Batam ke depan yang diharapkan akan lebih baik dengan pimpinan yang baru, akan menurunkan citra pimpinan yang baru.
Sebab akan memunculkan anggapan masyarakat, ternyata pimpinan pun berganti tetap juga KKN dan mafia dipelihara di BP Batam.Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *