BP Batam Tidak Bayar Kontraktor.

 

Direktur LBH – JK: Ir. Suparman SH MH.
Dikemanakan dana itu, apakah sudah dibagi-bagi oleh Oknum
Pejabat BP Batam

Batam.Ovumnews.Com– BP Batam sampai Desember tahun 2016 belum juga membayar tagihan CV. Minang Batuah ,padahal proyek pengerjaan atap carbonat dibandara Hang Nadim telah dimanfaatkan.

Menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jasa Konstruksi, dengan ,dak dibayar tagihan CV.Minang batuah oleh pihak BP Batam, lalu ,timbul pertanyaan, dikemanakan dana itu oleh oknum pejabat Bp Batam, apakah sudah dibagi-bagi?

Telah masuk bulan ke 11 namun pihak Bp Batam belum juga membayar tagihan CV. Minang
Batuah dengan dalih berdasarkan hasil audit , pemeriksa BPK RI Pusat.

Seperti diketahui, proyek perbaikan atap carbonat bandara Hang Nadim Batam dengan nilai kontrak Rp 522.750.000,- tahun anggaran 2015 pemenang tender CV. Minang Batuah pekerjaan dinyatakan telah selesai dan telah dimanfaatkan pihak bandara.

Berdasarkan penghitungan , pemeriksa BPK RI, Modem Purba selaku PPK dan oknum-oknum
Bp Batam ikut terlibat, mereka secara sengaja bersama-sama mencari celah untuk memeras kontraktor dengan berkedok denda.

Menurut LBH-JK, Modem Purba selaku PPK PNPB bandara tahun 2015 telah mengirim surat hasil pemeriksaan , audit BPK RI kepada CV. Minang Batuah pada tanggal 11 April 2016 yang diterima oleh CV. Minang Batuah pada tanggal 12 April 2016.

Dalam surat kepada Modem Purba kepada CV. Minang Batuah mengatakan bahwa BPK RI
melalui , pemeriksa BP Batam mendenda CV. Minang Batuah senilai Rp 43.184.674.53,- dan wajib dipotongkan dari nilai kontrak CV. Minang Batuah.

Nilai kontraknya adalah Rp 522.750.000,- menurut perhitungan , pemeriksa BPK RI, CV.
Minang Batuah di potong tagihannya senilai Rp 43.184.674.53,- itu adalah perhitungan BPK RI, kata Modem Purba selaku PPK.

Modem Purba selaku PPK, sudah ,dak bertanggung jawab lagi dalam hal ini, karena sudah menjadi tugas BPK RI, khususnya , pemeriksa BP Batam.

Pertanyakan LBH-JK Ir.Suparman SH MH ,kepada petugas BPK RI khususnya , pemeriksa BP Batam adalah,
sebagai berikut: 1. Apa dasarnya Tim BPK RI khususnya , pemeriksa BP Batam, melakukan denda kepada CV. Minang Batuah dengan keterlambatan 44 hari, tolong jelaskan kepada kami dan perlihatkan data-datanya yang jelas alasan pemotongan nilai tagihan kami sampai Rp 43.184.674.53,- jangan-jangan tagihan kami dipotong untuk pribadi saudara PPK dan jajarannya, ada juga informasi bahwa pemotongan itu masuk kekantong beberapa oknum.

2. Jelaskan dasar hukumnya kalau ada keterlambatan pekerjaan lalu didenda dengan dengan perkaliannya dari nilai total kontrak.

Untuk diketahui bersama bahwa rapat mengenai masalah CV.Minang batuah ini sudah
dilaksanakan sebanyak 5 kali, tak ada keputusanny a sama sekali semua pejabat yang ada takut sama saudara Modem purba, dan surat kami kepada Mustafa Widjaya selaku ketua BP Batam pada waktu itu sudah lebih kurang 10 kali juga ,dak ada jawaban.

Dan kami khawair permainan ini sudah koorporasi.
Untuk perimbangan berita media ini mencoba beberapa kali konfirmasi auditor BPK RI Pusat bernama Dani via ponsel dengan nomor 08134471xxxxx namun tidak dijawab.

Modem purba selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dihubungi media ini via ponselnya
mengatakan, “maaf mask arena ini sudah ditangani BPK RI, mohon langsung saja konArmasi ke BPK RI yang mengaudit BP Batam.Ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *