BPN Batam , Biaya Satu Sartipikat Rp300,000. PT.DKB Pungut Rp Rp.173.000/m2

 

Kabut Hitam Menyelimuti Kampung Belimbing 

Kota Batam.BPN Batam , Biaya Satu Sartipikat Rp300,000. PT.DKB Pungut Rp Rp.173.000/m2

Batam.Ovumnews.com– Terkait keberadaan bangunan rumah permanen milik masyarakat Kampung Belimbing diatas lahan PT.Dharma Kemas Berganda menuai polemik terkait pemberlakuan tarif harga jual – beli lahan sebesar Rp.285.000/m2 sampai dengan Rp.700.000/m2 dan biaya pengurusan dokumen serta sertipikat dibebankan biaya sebesar Rp.173.000/m2.

Sopian Direktur PT.Dharma Kemas Berganda membantah, itu bukanlah pungutan liar (pungli), terkait biaya jual – beli lahan yang kita bebankan kepada masyarakat Kampung Belimbing sebesar Rp.285.000/m2 sampai Rp.700.000/m2 serta biaya pengurusan dokumen dan Sertipikat sebesar Rp.173.000/m2, karena sesuai ukuran luas lahan kita bayarkan kepada pihak BP Batam dengan biaya sebesar setengah Millyar.Kita ini kan pekerja dan harus mengeluarkan tenaga serta pikiran, kalau tidak percaya coba saja bagaimana cara pengurusan dokumen dan berapa biayanya, kata Sopian saat menghubungi media ini melalui ponsel seluler nya.(21/12/2017)

Sementara Asnaedi.A, Kepala Badan Pertanahan Nasional kota Batam (BPN) pada hari Jumat(22/12/2017) saya sudah berkali – kali ini saya jelaskan kepada warga Kampung Belimbing bahwa biaya pengurusan Sertipikat nya berdasarkan prosedur Undang – Undang dan Peraturan pemerintah Republik Indonesia,biaya nya sekitar Rp.300.000 sampai Rp.500.000 satu sertipikat.Kalau pihak PT.Dharma Kemas Berganda memungut biaya untuk kepengurusan dokumen & sertipikat dengan biaya Rp.173.000/m2 sebaik nya hal ini ditanyakan kepada pihak perusahaan, bukan kepada kantor Pertanahan Nasional kota Batam, terang beliau.

Berdasarkan data dan dokumen warga dari Kampung Belimbing yang sudah lolos mengajukan kredit/pinjaman ke Bank di sebuah dokumen tertulis bahwa biaya tarif UWTO yang dibebankan oleh ” Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam kepada pihak PT. Dharma Kemas Berganda ” sebesar Rp.42.000/m2/ selama 30 Tahun.

Sementara salah seorang warga Kampung Belimbing mengatakan kami juga tidak ingin di gusur, tetapi hendaknya ada penyesuaian harga jual – beli lahan yang tarif nya berlaku di BP Batam, serta pengurusan dokumen dan sertipikat yang standar harga nya, apalagi Bapak Presiden Jokowidodo saat ini sedang menggalakan program pengurusan sertipikat gratis (Prona) diseluruh wilayah/daerah Republik Indonesia, apa salah nya momen seperti ini di manfaatkan, bukan malah membebankan biaya pengurusan dokumen & sertipikat sebesar Rp 173.000/m2 kepada masyarakat.

Buktinya meskipun harga jual – beli lahan dikenakan biaya sebesar Rp.285.000/m2 serta biaya pengurusan dokumen & sertipikat sebesar Rp.173.000/m2, sebagian besar masyarakat Kampung Belimbing yang benar – benar mampu sudah melunasinya dan sebagian lagi dialihkan ke Bank untuk melakukan pinjaman/kredit, ucapnya.Grup AMJOI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *