BPPT Sumbar Ada Proyek Misterius di Lima Puluh Kota ?

 

Limapuluh Kota.Ovumnews.com–Diperkirakan puluhan miliar dana Kementerian Pertanian TA.2015 yang dialokasikan pada proyek diduga “ misterius” oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPPT) Sumbar di jorong Balubuih, Nagari Sungai Talang, Kec. Guguk Kab. Limapuluh Kota.

Dugaan “Misterius”, menurut tim investigasi LSM AMPERA Indonesia, dikarenakan masyarakat pengguna jalan raya, persisnya di jorong Balubuih, Kenagarian Sungai Talang, Kec. Guguk Kab. Limapuluh Kota, sejak beberapa bulan belakangan menyaksikan adanya kegiatan/ pekerjaan di areal seluas 2.1 hektar, namun tidak terlihat petunjuk proyek apa gerangan ?, demikian catatan LSM AMPERA Indonesia, yang dipaparkan oleh Koordinatornya, E.Hafri Bendang kepada wartawan.

Berdasarkan catatan LSM AMPERA Indonesia, sedikitnya senilai Rp.6,5 Miliar dana Kementerian Pertanian TA.2015 yang dialokasikan pada 11 item pekerjaan diduga” misterius” oleh BPPT Sumbar, yang berkantor di Jalan Raya Padang- Solok Km.40, memang tidak melihat satupun petunjuk siapa rekanan pelaksana, juga tidak dtemui pengawas proyek tersebut, demikian heran E. Hafri.

Adapun 11 paket pekerjaan, kini sedang berlansung di lokasi proyek, yang menurut informasi yang disebutkan Nanda dan Mak Itam, masyarakat setempat yang mengaku sebagai dipercayai sebagai pengawas, adalah areal Agro Teknologi Park ( Taman Teknologi Pertanian- red), diantaranya pekerjaan Patching Jalan Usaha Tani nilai Rp.416.875.000, yang dikerjakan oleh CV.Putra Sumulagi Kontraktor sangat dikhawatirkan kwalitas pekerjaannya tidak sesuai dokumen kontrak. Hal tersebut disebabkan nilai kontraknya diketahui melebihi 30 persen dibawah HPS Panitia Lelang yakni Rp.599.500.000,-

Demikian halnya, paket pekerjaan Jalan Komplek Perkantoran, jug dipercayakan ke CV.Putra Sumulagi Kontraktor, dengan nilai Rp.255.832.500, kendati kontraknya ditanda tangani tanggal 27 Oktober diketahui nilainya minus 32 % dari HPS Panitia nilai Rp.374.210.000, hingga berita ini belum ada tanda- tanda dikerjakan menurut pengamatan AMPERA, pekerjaan tersebut ditenggarai tidak sesuai dengan dokumen kontrak, selain diragukan pembesiannya, juga didapati pengadukan semen dan pasir oleh pekerjanya tidak memakai bak takaran.

Hal tersebut mungkin telah diamini oleh pengawas.
Demikian pula halnya, paket pekerjaan Bangunan Gudang Pakan dan Kandang Sapi yang dikerjakan CV. Nuzullul dengan nilai Rp.233.460.700 dan Bangunan Labor Diseminasi dan Saung Teknis oleh rekanan CV. Asoka Putra dengan nilai Rp.322.940, Bangunan Rumah Produksi Jahe, Kelapa,Ubi dll oleh rekanan CV.Hani dengan nilai Rp.Rp.220.481.800, Bangunan Kantor oleh rekanan CV.Tiga Putri Chania, dengan nilai Rp.542.702.600, serta Bangunan Rumah Produksi Kakao oleh rekanan CV. Sapta Multi Karya dengan nilai Rp.699.929.560, plus ditemui pembuatan kandang Bebek, tidak didapati informasi nilai dan rekanan

pelaksananya,katakana AMPERA tidak menemukan plank proyek, juga pekerjaannya dikhawatirkan karena tidak ditemui ada pengawasan.
Dilain pihak AMPERA Indonesia, papar E Hafri Bendang, pihaknya selain dapatkan data selain pemenang Pengadaan Indukan Sapi Mendukung Kegiatan ATP, oleh rekanan CV.Akhfa Jaya Abadi, dengan nilai Rp.530.200.000, mencurigai adanya kongkalikong penetapan rekanan pemenang paket Pengadaan Peralatan dan Mesin untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda kegiatan Pembangunan Taman Teknologi Pertanian (ATP), oleh rekanan CV.Bintangur dengan nilai Rp.985.600.000, hanya terpaut minus 0,1% dari HPS Panitia Lelang yakni Rp.987.316.000,-.
Terus,

Dugaan kongkalikong penetapan pemenang paket lelang Fasilitas Sarana Produksi Kepada Kelompok Tani Binaan PMD 2015 di Sumatera Barat yang ditunjuk kepada rekanan CV.Cipta Bangun Semesta, dengan nilai Rp.1.530.400.000, hanya terpaut minus 2% dari HPS Panitia yakni Rp.1.530.400.000, agaknya perlu disikapi karena sangat bertolak belakang dengan Perpres No.54 Tahun 2010 jo Perpres No.70 Tahun 2012, tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, demikian resume AMPERA Indonesia. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *