Depelover Timbun Jaringan Irigasi Induk Tiban III Kota Batam,Milik Asset Negara

 

Batam ,Ovumnews.com–Proyek milik negara bangun dengan uang rakyat terancam ditimbun akibat perencanaan awal BP di duga tidak matang salah satu proyek jaringan irigasi induk sungai Tiban III dibangun 2013,dan yang lama dibangun 2007.

Sungai yang dibangun 2007 telah ditimbun oleh pihak depelover selaku pemilik lahan yang telah dibelinya kepada pihak BP Batam.

Ditimbunya salah satu aset Negara tersebut membuat masyarakat pertanyakan, sebelum dibangun yang baru yang lama ada dilokasi tersebut mengapa dibangun juga yang baru tersebut,

Dibangunya yang baru tersebut diduga perencanaanya tidak matang,karna yang lama masih ada ,sekarang pihak depelover telah menimbun sungai yang lama tersebut untuk perluasan lahan milik depelover tersebut.

Beginilah bentuk pekerjaan dinas OB/BP Batam, dalam membangun pasilitas umum salah satu pasilitas pembangunan Proyek jaringan Iduk Sungai yang berada di Tiban III telah ditimbun salah satu dari sunggai tersebut ditimbun oleh pihak depeloper.

Lihat saja, proyek yang dibangun Oleh PB Batam tahun 2013 Rp 1,3 m bersamaan dengan pembangun boxcaver tidak begitu siap sampai keujung terbengkalai.

Proyek sungai dibangun tahun 2007 tidak juga sampai kepada titik ujung, sama saja nasibnya kedua proyek sungai tersebut.Dugaan keberadaan kedua proyek milik BP Batam dibangun diluar perencanaan awal .terkait telah ditimbun saat sekarang oleh pemilik lahan padahal Proyek sungai tersebut adalah asset Negara.

Dikomfirmasikan kepada pihak pemilik lahan yang berada si sisi dua sungai tersebut mengatakan 15/07 ditimbun sungai lama itu tidak ada masalah.kita bukan salah kan OB ini kan sungai lama.kita tidak salahkan siapa-siapa.

Pekerja dikomfirmasi 15/08 sedang menimbun sungai serta lahan tersebut mengatakan kita hanya pekerja di sini.lokasi ini tidak semuanya ditimbun sungai dan lahanya ,karna bagian ujung sana milk orang BP Batam yang akan di buat untuk berapa kavling saja pemilikya bapak Nugroho.

Dugaan PL yang dikeluarkan BP Batam sebelumnya tentu dipertanyakan banyak pihak, terkait dengan PL-PL yang tidak matang diterbitkan PL Amburadul ,untuk membangun pasilitasi dan pembangunan sungai serta saluran dititik mana yang akan dibangun pihak pemilik PL sering menjadi korban dari pembangunan titik –titik yang tidak jelas tersebut karena lahan tersebut diperjual belikan tidak semua tahu dengan lokasi untuk pasilitas umum asal untung dapat dari kedua pihak.

Dua proyek jaringan Sungai yang berada Tiban III tersebut yang dibangun dari uang rakyat akan dimbun salah satunya, demi menyelamatkan lokasi pemilik lahan tersebut. BP Batam dalam membangun sungai jalan dan pasilitas lainya.tentu dipertanyakan terkait dengan PL sudah diterbit dan juga pembangun pasilitas, jelas dimana titik terangnya lihat saja Saluran yang diatasnya juga dibangun Mall yang begitu lama di sekitaran Nagoya.

Banyak lokasi yang dimammpatkan oleh memilik lahan yang telah memilik surat yang jelas sampai sekarang berapa pasilitas yang diduga menjadi angjang bisnis oleh oknum untuk memperkaya diri sendiri tampa memikirkan pasilitas Umum.

Arezon Andre SH. Aktipis LSM Ampera Indonesia Menagapi masalah ini terakit dengan akan ditimbunya pasilatas umum seperti yang akan dilakukan pihak depeloper untuk menimbun sungai yang berada di Tiban III ,tentu kita pertanyakan pihak perencanaan awal terkait dengan keberadaan sungai tersebut. yang berdampingan yang dibangun dengan uang rakyat.

Seharusnya pembangunan yang dilakukan tahun kemaren yang tidak perlu terjadi terkait yang lama sudah ada dibelakang.mengapa dibangun juga tahun kemaren ini yang menjadi masalah pembangun tersebut keduanya berasal dari uang rakyat.

Kita minta kepada pembeli lahan dan dinas terkait harus dulu melakukan duduk bersama tentang membahas dimana-mana pasilitas umum dan seperti saluran yang akan dibangun sebelum pihak pemilik lahan tahu melaksanakan pembangunnya agar jangan terjadi yang tidak diinginkan. juga tidak menghambur uang Negara dan pembangun mubazir.

Begitu juga diminta kepada pihak BP, Pemko serta PU harus juga duduk bersama dalam melokasikan dimana lokasi pasilitas umum akan dibangun demi kelanjaran pembangun yang diangar kan dari uang rakyat untuk pembangun dikota Batam ini.

Jangan terhalang akibat PL dilokasi ada pasilitas umum yang telah ditentukan sebelum diperjual belikan orang orang ,serta losasi yang akan dibangun PU oleh dinas terkait. Tentu harapan kita bekerja dengan matang agar tidak menyalahi dikemudian hari agar pembangunan Lancar.

Bagaiman proyek yang dibangun dari uang rakyat apakan ditimbun begitu saja, apakah pihak penegak hukum tentu saatnya bisa menyelusuri keberadaan dua proyek tersebut diduga akan menimbulkan masalah dikemudian hari terkait pembangun proyek tersebut berasal dari uang rakyat .

Diduga sebelum dibangun perencanaan awal tidak matang oleh OB dulunya sekarang BP ,mengapa dua proyek berdekatan dengan pungsinya yang sama ini yang disebut amburkan uang rakyat .Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *