Dibatalkan 12 Lelang Proyek Usulan Ahok Diduga Bermasalah

 

Jakarta.Ovumnews.com– Belum genap sepekan bertugas, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono membuat gebrakan. Soni, sapaan akrab Sumarsono, menghentikan 12 dari total 13 lelang proyek yang telah diusulkan oleh gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Proyek sebanyak 13 akan dijalankan menggunakan Anggaran dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017. Soni beralasan 12 lelang proyek ini bermasalah dalam penyusunan APBD. Dokumen untuk Rancangan APBD dan Kebijakan Umum APBDPrioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang diajukan Ahok dinilai bersifat sepihak atau belum mendapat persetujuan dari DPRD.

“KUA-PPAS yang disusun gubernur petahana itu kan masih sepihak, belum disetujui Dewan dan lelang sudah dilakukan,” kata Soni di Balai Kota, Jakarta, Senin (31/10). Nilai 13 proyek yang sudah dilelang Ahok diketahui mencapai Rp4,43 triliun. Rincian lelang tersebut adalah dua proyek pembangunan rumah sakit, dua proyek pembangunan dan rehab sekolah, delapan paket pembangunan rumah susun, dan satu proyek ruang publik terpadu ramah anak.

Ahok diduga mempercepat proses lelang ini untuk mengejar target pembangunan selesai satu tahun atau sebelum periode kepemimpinannya berakhir. Menurut Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini, meski lelang mendahului bisa dilakukan dan telah diatur dalam Pasal 73 ayat 2 Peraturan Presiden No 4/2015, namun harus dilihat sejauh mana tingkat urgensitasnya. “Ini aturannya jelas.

Kalau tidak darurat, tentu ini masalah. Jadi, kami harus batalkan sementara,” tandasnya. Untuk proyek yang tidak mendesak bukan darurat, lelang harus dilakukan setelah pembahasan APBD selesai. Soni menilai penyusunan KUA-PPAS APBD 2017 senilai Rp68 triliun yang disusun Ahok terdapat persoalan serius sehingga harus kembali dibahas secara detail dan bersama antara eksekutif dan DPRD DKI. “Kami akan dengarkan masukan DPRD DKI.

Hasil reses, juga masuk Rencana Kerja PemerintahDaerah(RKPD),” ujarnya.. Wakil Ketua Banggar DPRD DKI Muhamad Taufik mengapresiasi keputusan Soni membatalkan lelang sebelum pembahasan APBD dimulai. Dia menilai keputusan Ahok nekat melakukan lelang telah melanggar aturan pemerintah daerah. Dia menegaskan bahwa DPRD DKI siap bersinergi dengan Soni untuk membahas APBD 2017 agar rampung akhir Desember.

Kepala Badan Pengelolaan Barang dan Jasa (BPBJ) DKI Jakarta Blesmiyanda mengatakan, 13 lelang kegiatan APBD DKI Jakarta 2017 yang sudah dilakukan bukan dibatalkan, melainkan ditunda sampai Raperda APBD DKI 2017 disetujui antara Pemprov DKI dan DPRD. Bles berharap Raperda APBD DKI 2017 disahkan sebelum pergantian tahun, sebab untuk kegiatan-kegiatan yang membutuhkan waktu pelaksanaan 11-12 bulan seperti rumah susun dan Sky Hospital, tidak bisa dilaksanakan pembangunannya lantaran waktu yang tidak mencukupi.

“Rumah susun, perbaikan sekolah, makanan panti asuhan yang harus dimulai per 1 Januari bisa gagal apabila pengesahan Raperda APBD DKI 2017 tidak diselesaikan pada akhir tahun,” ungkapnya. Bles menjelaskan, lelang mendahului boleh dilakukan sesuai Perpres No4/ 2015. Merujuk aturan itu, lelang bisa mendahului rencana umum pengadaan untuk kondisi tertentu.

Pengamat perkotaan Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, Plt Gubernur DKI dan DPRD harus segera duduk bersama membahas kelanjutan lelang tahun anggaran 2017. Kriteria mendesak antara lain pembangunannya membutuhkan waktu 6-10 bulan atau menghadapi banjir dalam waktu dekat. Nirwono menilai jika Soni membahas beberapa kegiatan itu dengan DPRD, juga relatif mudah karena tak ada sekat politik.

Sementara itu, Ahok menilai Sumarsono salah mendapatkan informasi bahwa KUA-PPAS belum terdapat tanda tangan. Menurutnya, dalam aturan apabila KUA-PPAS sudah tanda tangan, lelang bisa dilakukan lebih awal. “Mungkin ada oknum beberapa anggota DPRD memberi informasi yang salah, padahal itu sudah saya tanda tangan.

Makanya saya kira, beliau bukan orang bodoh, dirjen,” ujarnya. Seusai pelantikan Soni sebagai plt gubernur, Selasa (26/10) lalu, Ahok menilai Soni adalah sosok yang sangat berpengalaman dalam menyusun anggaran. Dia juga menyatakan ada beberapa pekerjaan rumah atau beberapa hal tentang KUAPPAS di Jakarta.
sindo/ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *