Diduga PT. vende Mestika Kerjakan Proyek Tidak Sesuai Spek

 

Pasaman.Ovumnews,com--Paket Preservasi Rehabilitasi jalan kumpulan batas sumut Kabupaten Pasaman Ranjau Batu ,Sumatera Barat. yang Dikerjakan oleh PT. vende Mestika Terindikasi jauh dari standar mutu dan kualitas dikerjakan asal jadi.

Diduga kuat tidak mengacu pada standar tata cara pemasangan batu. dan spesifikasi teknis proyek dengan nilai Rp. 17.586.210.000.tahun anggaran 2017.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Vende Mestika tersebut yang memakai konsultan supervisi PT. Sarana Multi Daya. Jo PT. Exxo, Gamindo Perkasa.

Pasal terlihat sekali pekerjaan yang dilaksanakan PT. Vende Mestika. Pada pemasangan dam batu atau Drainase pinggir jalan acak-acakan retak-retak .tidak sesuai dengan standar tata cara pemasangan batu. Pengaspalan atau tambal sulam yang bergelombang dan tipis diduga tidak sesuai spesipikasi .

Berdasrkan hasil investigasi LSM Tipikor RI dan rekan media dilapangan terlihat sekali trik curang yang dilakukan PT. Vende Mestika pada proyek ruas jalan kumpulan batas sumut (Ranjau Batu) ini .dengan nomor kontrak .0/pkk/sk-pjn I. 30.03.23.1.3/11/2017.tgl kontrak 20feb. 2017.dgn Nilai kontrak Rp. 17.586.210.000-sumber dana dari APBN Waktu Pekerjaan 315 kelender,

Ketua LSM Tipikor RI Oyon Hendri pada media ini menyampaikan hasil investigasinya diduga pekerjaan ini asal jadi bayak kecurangan dalam pekerjaan yang kami temui dilapangan.

Diantaranya retaknya pasangan batu drainase dan pasangan batu asal-asalan.tidak adanya lantai kerja dan koporan terlihat pemasangan batu yang asal jadi.diduga pasangan batu saluran untuk drainase pinggir jalan yang tidak mengacu pada petunnjuk standar SNI 03-3441 tahun 1994 tentang tata cata pemasangan batu ujar, Oyon Hendri.

Ditambahkan lagi oleh oyon Hendri, pekerjaan pengaspalan tambal sulamyang yang dikerjakan PT. Vende Mestika Ini hasil investigasi terkesan asal jadi tetlihat sekali bergelombang dan tipis, kata oyon.

Lebih lanjut disampaikan oyon amburadulnya pekerjaan PT. Vende Mestika diduga karena ada iItem-item pekerjaan yang di Subcon kan kepada masyarakat diantaranya pemasangan drainase akibat dari itu lah terjadinya kecurangan dengan sengaja melanggar spesifikasi perencanaan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Akibat disupkan kepada pihak ketiga yang mengerjakan tentu ingin mencari juga cari untung. Akibatnya proyek ini asal jadi dan asal siap. Tegas Oyon.

Informasi yang didapat dilapangan pekerjaan ini mulai dari bulan puasa terlihat terhenti sampai sekarang menurut salah seorang pekerja menyangkut masalah gaji kami yang belum dibayarkan atau sering terlambat kata salah seorang pekerja.

Ketua LSM Tipikor RI Oyon Hendri mengatakan kalau diperlukan kita siap mendampingi pengawas propinsi untuk menunjuk kan titik-titik proyek yang diduga bermasalah tersebut.

Sementara itu pihak proyek sampai berita ini diturunkan belum bisa dihubungi media ini untuk keperluan konfirmasi berita ini. (Ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *