Diduga Pungli, Berkedok Infak SMP 3 Kec. Payakumbuh

 

Ovumnews.Com.Limapuluh kota..Dugaan modus pungli (pungutan liar) berkedok infak di SMP Negeri 3 Kecamatan Payakumbuh yang kian meresahkan masyarakat,untuk segera di tindak lanjuti oleh komisi satu DPRD limapuluh kota yang membindangi mitra kerja dinas pendidikan.

kordinator LSM .LT.KPSKN PIN RI ( Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahan Nasional Pers Informasi Negara RI, limapuluh kota Harimanto, meminta komisi I DPRD limapuluh kota yang membidangi mitra kerja dinas pendidikan , dan Pemerintah kabupaten limapuluh kota , segera bertindak, agar tidak menganggu proses belajar mengajar.

Menurutnya, pungutan itu tidak seharusnya terjadi di sekolah pemerintah. Karena sekolah pemerintah sudah dibiayai pemerintah.“Seharusnya tidak sampai terjadi, apalagi terjadi di sekolah negeri yang jelas-jelas tidak boleh ada tarikan apapun. Karena semua anggaran, sudah dicover pemerintah “ungkap harimanto yang akrab dipanggil manto.

Untuk diketahui, kasus ini bermula ketika wali murid SMP Negeri 3 kecamatan payakumbuh merasa resah dengan pungutan infaq Rp. 1000 per hari yang dibebankan kepada pihak wali murid kelas VII, VIII, IX yang dikoordinir oleh pihak sekolah dan komite sekolah.

yang kabarnya Pungutan itu, akan digunakan untuk pembangunan musholla di sekolah tersebut,

Dari pengakuan salah satu wali murid yang namanya di minta tidak sebutkan, karena alasan takut anaknya di ancan oleh pihak sekolah. Mengatakan memang infak itu lakukan sebesar 1000 rupiah perhari tapi kalau anak kita tak bayar di hitung berapa hari tak bayar, dan di tagih pada saat mengikuti ujian dan menerima lapor, uang itu gunanya untuk pembangunan musholla di sekolah, saya sebenarnya keberatan dengan pungutan itu , karena katanya infak untuk menbangun musholla kok anak kita jadi teruntang itu kan wajib namanya ujarnya.

Saat wartawan menanyakan kepada sekolah SMP N 3 kecamatan Payakumbuh Erlin marlinda ,mengatakan langsung aja tanya ke ketua komite, karena komite yang mengundang wali murid, dari pada saya salah jawab tutupnya.

Ketua komite SMP N 3 kecamatan payakumbuh azuardi, mengatakan menang iuaran itu di lakukan dan itu telah berdasarkan rapat bersama wali murid, dan kesepakatan bersama, iuran itu sudah berjalan selama 11 bulan Cuma terealisasi 80 persen , dan uang itu di kumpulkan pihak sekolah setiap harinya dan lamgsung stor ke bank, dan ada karyawan bank yang
menjemput tiap hari kesekolah.

Uang itu kita gunakan untuk pembangunan musholla karena musholla kita yang ada sekarang tidak cukup menanbung siswa kita. Tapi kalau wali murid keberatan akan kita hentikan , ujar azuardi. Yang diketahui juga kepala bidang di dinas pariwisata dan olah raga kabupaten limapuluh kota Minggu (26/11) sore lewat hp nya.

Menyikapipermasalahantersebut membuat ketua DPRD limapuluh kota Safaruddin datuak bandaro rajo angkat bicara, beliau minta kepada Komisi I DPRD dan dinas pendidikan segera menindak lanjuti permasalahan tersebut , karena pemerintah telah melarang untuk tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun juga, apalagi di sekolah Negeri,

Jika hal itu benar adanya kepada bupati limapuluh kota dan kepala dinas pendidikan untuk segera menberikan sanksi kepala sekolah tersebut sesuai aturan yang berlaku, ini tidak main – main ini sudah program presiden RI Joko widodo. Tegas datuak safar. ( tjg/Ed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *