Diminta Inspetorat Natuna Bedah Dokumen Lelang Terkait Lelang Proyek SPAM

 

Kepri.Natuna.Ovumnews.com–Terkait menangnya perusahaan dari luar Natuna,pada paket proyek SPAM Sungai Ulu, Paket Gedung Pemda, Paket Spam Air
Lengit Tapau dan Paket SPAM IKK Batubi. Membuat sejumlah kontraktor
Natuna meradang dan minta bedah dokumen lelang.

Salah seorang rekanan di Natuna minta namnya dirahasiakan kepada media ini
mengatakan, Kadis Perkim Agus Supardi dan Jojo Pokja IV Natuna diduga
mengeset dokumen lelang dengan serumit-rumitnya supaya perusahaan
dibawa dari luar bisa menang, buktinya seperti minta OHSAS pabrik yang
legistrasi dan persyaratan-persyaratan lainnya.

Padahal persayaratan yang diminta dak ada hubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan di Natuna. Diduga lelang ada ikut campur dan penekanan
arahan Kadis Perkim ke Pokja, tujuan untuk menangkan perusahaan yang
dibawa.

Kita dak mempersoalkan perusahaan dari luar, semua perusahaan boleh
ikut tender.Akan tetapi yang membuat kita resah terkait modus dimaikan
oleh PA, KPA berikut POKJA” kata rekanan jati dirinya minta tidak disebutkan.

Pokja membuat lelang dengan persyaratan-persyaratan yang rumit sampai
minta OHSAS pabrik yang tidak berhubungan dengan pekerjaan di Natuna.

Persyaratan lelang sangat mengada-ngada, persayaratan dibuat serumit
mungkin, tujuannya kontraktor lokal tidak ada banyak yang masuk.

Seharusnya PA, KPA,PPK Berikut Pokja mengacu kepada peraturan presiden
nomor 54 tahun 2010, huruf A.7.b wajib menyederhanakan dokumen
pelelangan

Pemkab Natuna jangan samakan dengan perusahaan luar yang berada di
kota. Perusahaan di kota dengan gampang dan cepat untuk menyiapkan
persyaratan-persyaratan lelang.

Seharusnya Pemerintah Kabupaten Natuna harus berpikir objektif, karna
Kabupaten Natuna pulau terluar yang mana falilitas terbatas dan perlu waktu
untuk menyiapkan persyaratan-persyaratan lelang yang di minta.

Kontraktor lokal menambahkan “itu pun belum tentu juga perusahaan dari
luar lengkap dari segi administrasi atau metode teknis”.

Diminta Inspektorat dan Bupati beserta POKJA membuka sama-sama
Dokumen perusahaan luar yang jadi pemenang paket tersebut supaya
Transparan.

Apakah Bupati. Inspektorat beserta Pokja berani menerima tantangan
ini,kalau tidak berarti ada apa ,ujar kontraktor lokal.

Jika Bupati Natuna tidak memikirkan perusahaan lokal tidak apa-apa, biar
kami jadi penonton dan cukup makan pasir dan koral saja, kata kontraktor
lokal yang lain dengan nada kesal.

Untuk diketahui Bupati dan Inspektorat. Dokumen lelang SDP SPAM Batubi
LDP dan LDK nya tidak sama, tenaga ahli dan peralatan. Tidak dilakukan
adendum perbaikan sehingga dokumen SDP rancu.

Bahkan salah satu manajemen pabrik pipa dimintai pendapat, sangat heran
sampai ranah sertakan keselamatan kerja pabrik seperti OHSAS diminta,apa
hubungan nya. Kalau minta jaminan mutu,SNI oke lah kata manajemen
pabrik” ujar rekanan

Parahnya lagi ternyata yang membawa perusahaan dari luar oknum-oknum
pejabat natuna sendiri. Yakni Kadis Perumahan Rakyat, oknum Dewan,
bahkan oknum bawa-bawa nama Kajari untuk mendapatkan proyek.

Informasi yang terendus Kadis Perumahan Rakyat ditakut-takuti oleh oknum
dan membawa-bawa nama Kajari. Penyebabnya Kadis Perumahan Rakyat
pernah tersangkut bermasalah korupsi kegiatan padat karya.

Mengapa Agus Supardi Kadis Perumahan Rakyat ini masih di pelihara oleh
Bupati Natuna,apakah dia loyal dengan Bupati

Diharapkan aparat hukum seperti KPK,Kejagung,Mabes Polri,Kejari,Polda
Kepri di harapkan bisa mengawasi modus korupsi gaya baru ini.

Seperti diketahui, lelang paket SPAM Sungai Ulu pemenang lelang CV.Salawase
Duma yang kononnya punya group Ratu Atut, paket gedung Kantor Pemda,
penawaran pemenang tertinggi PT.Eka Cipta Madani ,paket SPAM air Lengit
Tapau pemenang PT.Keandra Jaya Sakti dan paket SPAM IKK Batubi Pemenang
PT.Multi Sindo Internasional.

Salah seorang Pihak ULP Natuna nama tidak disebutkan, dikonfirmasi terkait
OHSAS mengatakan, OHSAS menunjukan pada pemangku bahwa
perushaan memenuihi peraturan dan persyaratan kesehatan dan
keselamatan.

Tidak hanya menggaris bawahi komitmen untuk penerapan, pemeliharaan
dan perbaikan kebijakan kesehatan dan keselamatan, tetapi juga memberikan
keunggulan kompetif bagi perusahaan.

OHSAS itu sebenarnya tidak se sederhana itu. Kita harus buat dulu
Indikasi resiko kemungkinan kecelakaan di suatu pekerjaan yang resiko
Tinggi , katanya.

Dalam proses lelang paslah Pokja ikut campur. Kalau tidak ikut campur
macam mana mau lelang. Cuma OHSAS itu atas permintaan siapa. Biasanya
syarat dari SKPD.

Suratmojo Ketua Pokja IV dikonfirmasi via seluler dengan singkat
mengatakan, kita ketemu aja, sharing.

Berita ini tayang Kadis Perkim Agus Supardi tidak mau menanggapi , bungkam.Rihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *