Dinas PU Cipta Karya Bantul Bantah, Rusunawa Salah Sasaran

 

Jogjakarta.Ovumnews.com—-Rusunawa Bantul diduga salah sasaran. Selain ditengarai dihuni mayoritas warga luar Bantul, pemilik mobil yang dianggap warga mampu juga tinggal di Rusunawa.

Menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, Rusunawa tersebut pada awalnya diperuntukkan bagi kalangan buruh. “Awal dibangun memang untuk para buruh, tapi sekarang sudah dihuni berbagai profesi,
Namun demikian, Eko membenarkan jika minat buruh untuk tinggal di Rusunawa itu sangat minim. Sebab selain harganya mahal jika dibanding dengan sewa rumah, kondisi Rusunawa juga tidak terawat.

(DPRD ) Bantul pada Senin (8/12/2014) lalu menggelar kunjungan ke rusunawa di Kecamatan Sewon terkait dengan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) mengenai retribusi jasa umum yang kini tengah digodok Dewan.

Kunjungan itu menemukan hal-hal yang bertentangan dengan tujuan pembangunan Rusunawa.Wakil Ketua DPRD Bantul, sekaligus anggota Pansus Raperda Retribusi Jasa Umum, Mahmud Ardi Widanto, mengungkapkan Dewan menemukan penghuni rusunawa kebanyakan warga luar Bantul padahal rusunawa memprioritaskan warga Bantul yang tidak memiliki tempat tinggal.

“Kami mengambil sampel mewawancarai tiga kamar penghuni. Dari tiga orang itu, dua di antaranya warga Madiun [Jawa Timur] dan Kota Jogja. Jumlah warga Bantul lebih sedikit,

Syarat yang diberlakukan bagi warga yang ingin menghuni rusunawa juga tidak ketat. Hanya disyaratkan berpenghasilan rendah. Tidak disertai bukti berupa keterangan warga tidak mampu dari ketua rukun tetangga, kepala dusun atau kepala desa untuk menguatkan alasan.

Tim Pengelola Rusunawa Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul Anang Surya membantah rusunawa di Sewon dihuni mayoritas warga luar Bantul.
(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *