Direktorat Polisi Perairan Polda Kepri Gagalkan Beredar Sabu RP 6 M

 

Batam.Ovumnews.com-Direktorat Polisi Perairan Polda Kepri di pinggir jalan Teluk Nipah, Telaga Punggur, Sabtu (5/3) laluberhasil gagalkan penyelundupan 3,1 kilogram sabu dan 15 butir ekstasi senilai Rp6 miliar.
Sabu tersebut dibawa seorang pria berinisial, Gn (19). Rencananya barang haram itu diedarkan di Batam. Ag baru tiba dari Malaysia menggunakan boat pancung melalui Pelabuhan tikus (tak resmi) di Teluk Nipah, Punggur. Pelaku diamankan saat menunggu taksi di pinggir jalan Punggur.

Awalnya polisi mendapat informasi bahwa ada seorang pria membawa tas tenteng warna hitam yang diduga berisi narkoba. Informasi itu ditindaklanjuti dan polisi langsung melakukan penyelidikan di sekitar Teluk Nipah. Saat melakukan penyelidikan anggota Lidik Satrolda Polda Kepri melihat seorang laki-laki yang sedang berdiri di tepi jalan hendak menghentikan mobil taksi. Polisi lalu mencegat dan memeriksa tas warna hitam milik pelaku dan ditemukan barang bukti narkoba tersebut.

Saat melakukan penyelidikan anggota Lidik Satrolda Polda Kepri melihat seorang laki-laki yang sedang berdiri di tepi jalan hendak menghentikan mobil taksi. Anggota kami langsung mencegat dan memeriksa tas warna hitam milik pelaku dan ditemukan barang bukti narkoba,” kata Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigusdian saat melakukan ekspos narkoba di Markas Polair Kepri, kemarin.

Kata Kapolda dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku berangkat dari Tanjung Uban ke perairan Batu Putih (Perbatasan Indonesia-Malaysia) dengan menggunakan boat pancung bermesin tempel 40 PK untuk mengambil sabu dan ektasi. Selanjutnya barang tersebut dibawa ke Batam.

Hingga saat ini polisi terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut untuk mengungkap jaringan pelaku.

Saat ini Subditgakkum Dit Pol Air Polda Kepri sedang melakukan Pengembangan dari kasus tersebut. Selanjutnya akan terus dikembangkan oleh satuan Direktorat Narkoba Polda Kepri untuk mengungkap jaringannya,” ujar Kapolda.

Pemberantasan jaringan narkotika akan terus dan rutin dilakukan. Sebab jumlah masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba terus meningkat.

Dengan instruksi Presiden Joko Widodo, pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas,” kata Sam.

Pelaku dikenakan pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancamaman maksimal hukuman mati.

Dikendalikan di Lapas

Narkoba yang dibawa pelaku ternyata dikendalikan oleh seorang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Tanjungpinang, pria berinisial J. Napi ini masih menjalani proses hukum dalam kasus yang sama.

Ini merupakan jaringan mafia pemasok narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas, oleh seorang tahanan narkoba berinisial Jr. Kasus ini akan kita kembangkan lagi,” kata Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigusdian.

Kapolda Kepri mengatakan narkoba yang dibawa Gn itu sudah dikemas rapi, berbentuk bungkusan berwarna kuning emas, dan dipacking lagi dengan plastik bening sehingga berbentuk makanan ringan.

Di mana para mafia narkoba memasuki barang haram ini dari Malaysia dengan menggunakan kapal nelayan atau kapal servis dari tengah laut. Kemudian, untuk mengelabui petugas, narkoba jenis sabu ini dikemas dengan rapi, sehingga berbentuk makanan ringan,” ungkap Kapolda. Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *