Direktur LBH JK Sarankan Wali Kota Batam Cabut Semua Izin Produksi Readymix Proyek Jalan Tahun 2018 Banyak Tidak Diaspal

 

Kepri.Batam–Ovumnews.com–Perbaikan infrastruktur pembangunan kota Batam Propinsi Kepri pada tahun akhir 2018 dalam pekerjaan  terutama dalam pengaspalan jalan untuk kota Batam lihat saja banyak yang tidak diaspal yang diduga pemilik readymix sepakat untuk tidak melaksanakan pengecoran. Terutama yang proyeknya milik pemerintah kota Batam.

Harga readymix yang mencekik membuat kontraktor semakin “mampus”. Wali Kota harus tegas kepada pemilik readymix yang mencoba menggagalkan pembangunan infrastruktur kota Batam. Cabut saja semua ijin operasi readymix karena ini sudah sabotase yang dibuat sekelompok orang dengan tujuan jahat. Kalau seperti ini dibiarkan oleh Wali Kota Batam maka akan berdampak buruk kedepan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jasa Konstruksi (LBH JK), Ir.Suparman SH, MSi, MH. Ia menyampaikan bahwa ini adalah masalah serius yang akan menganggu perbaikan pembangunan infrastruktur di kota Batam.

Suparman menyebut bahwa saat ini di kota Batam bisnis readymix dikuasai oleh acong-acong. Jika mereka  dibiarkan terus-menerus, pemilik readymix akan memboikot pembangunan. Hal ini sudah menjadi tindak pidana dan Wali Kota harus bisa bersikap tegas.

Ini ancaman serius. Pemilik readymix tidak akan melaksanakan pekerjaannya kalau belum dibayar atau diundur lama-lama. Sementara pembayaran yang diterima kontraktor setelah beberapa pekerjaan selesai hanya berupa uang muka. Yumasnur dan Suratno tidak tahu hal ini. Atau pura-pura tidak tahu,” tukas Suparman.

Ketua Dewan Pimpinan Propinsi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (DPP PKPI) Sumatera Barat ini menyarankan agar walikota Batam H.Muhammad Rudi, SE, MM mencabut izin pemilik readymix dan kemudian menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sebab untuk mendirikan BUMD readymix ini, ada 25 kontraktor yang menyatakan siap menanamkan sahamnya untuk kebutuhan readymix atau beton siap pakai dan juga AMP, sebut Suparman yang juga Ketua Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (BAPAN) wilayah Sumbar ini.

Solusi lain untuk mengatasi pekerjaan infrastruktur kota Batam katanya tinggalkan beton gunakan aspal, sebutnya.Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *