Disinyalir Banyak Jaringan Trafficking di Kepri Diminta Keseriusan Aparatur Setempat

 

Kepri.Ovumnews.com–Sejumlah LSM, diantaranya Embun Pelangi, GAT, KKPPMP, Forum HAM Perempuan dan Rumah Faye mensinyalir ada ratusan jaringan perdangan orang (Trafficking) yang masih beroperasi di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Hasil investigasi kami, ada ratusan jaringan trafficking yang beroperasi di Kepri, dan ini menjadi ancaman serius,” ungkap Koordinator Gerkan Anti Trafficking (GAT) Batam, Syamsul Rumangkang kepada awak media, Kamis (3/11) di bilangan Batam Centre.

Lanjutnya, ada sekitar lima jaringan besar yang cukup aktif, yakni inial SN, KS, HS BT (di Batam) dan KLM (di Bintan) dan IW di Tanjungpinang. “Jaringan ini menjadi awal setiap saat selalu jatuh korban, seperti halnya yang terjadi Rabu (2/11) pagi kemarin,” ungkap Romo Paschal dari Komisi Migran dan Perantau Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Kepri.

Sebagai aktivis migran, lanjutnya, ia berharap kecelakaan tenggelamnya sejumlah TKI ilegal dari Malaysia menuju Tanjung Memban, Nongsa-Batam, kiranya menjadi tragedi terakhir.

Ditambahkan oleh Dedi Ismantoro aktivis GAT, tragedi jatuhnya puluhan juta TKI tersebut tidak hanya memunculkan semangat kepedulian bersama, tetapi juga harus menjadi pintu masuk mendorong penegakan hukum yang kongrit dalam penanganan trafficking di Kepri.

Kita minta aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas, begitu juga belasan kasus yang masuk ke jalur hukum harapannya ada hukuman setimpal bagi pelaku,” terangnya. Sementara aktivis Mission Patner RGS, Rainhard mengatakan bahwa pihaknya siap menyiapkan data berbagai tempat, dan juga modus perdagangan manusia yang selama ini terjadi di Kepri.

Kami siap memberikan data, tinggal menunggu apakah ada kemauan dari pihak berwenang untuk menindak pelaku hingga ke akar-akarnya,” kata Rainhard didampingi aktivis migran lainnya, yakni Rita Ramadani dari Yayasan Embung Pelangi dan Lientje Ramby dari Rumah Faye. Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *