Ditenggarai Ada “Patgulipat” Pengadaan Alkes 2017 RSUD Adnaan WD Kota Payakumbuh Sumbar

 

Payakumbuh.Ovumnews.Com–Kebutuhan masyarakat Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota akan pelayanan RSUD dr Adnaan WD baik serta prima, agaknya tidak selaras dengan ekspose pemerintahan setempat. Kondisi tersebut dibuktikan ada upaya “Patgulipat”, perencanaan pengadaan Alat Kesehatan ( Alkes ), seyogyanya telah direalisasikan pada awal tahun anggaran 2017.

Sinyalemen adanya upaya “Patgulipat” pengadaan Alkes berupa peralatan operasi pada lantai 4 gedung baru di RSUD Adnaan WD, dimana pekerjaannya telah dimulai sejak TA 2015 lalu, kini tersendat, diduga akibat adanya konsfirasi yang dituduhkan antara Satker di Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dengan salah satu pabrik pemasok perangkat di ruang operasi lantai 4 RSUD Adnaan WD tersebut.

Menurut sebuah sumber terpecaya di RSUD Adnaan WD itu, kepada wartawan beberkan bahwa, adanya sinyalemen upaya “Patgulipat” Satker di Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh yang digawangi, Kadis, Elza Daswarman dan koleganya terkesan menampik perangkat alat kesehatan untuk ruang operasi rumah sakit itu, yang telah di ajukan oleh Konsultan Perencana yang dipercayai membidangi pekerjaan tersebut, demikian ujar sumber.

Dipaparkan sumber, bahwa penolakan Kadis Kesehatan Kota Payakumbuh itu, katakan, ditolaknya perangkat alat kesehatan untuk ruang operasi pada lantai 4 RSUD Adnaan WD yang diajukan Konsultan Perencana, CV. Restu Graha Padang, “Hal tersebut disebabkan tidak sesuai specknya dengan keinginan Owner atau Satker”. Karena Direktur Utama RSUD Adnaan WD, ( dr. Elista Yosepha, MARS- red) bukan dokter spesialis Bedah, demikian tiru sumber.

Dilain pihak, berdasarkan hasil investigasi wartawan di lapangan, alibi Elza Daswarman, ditenggarai, seputar penolakannya atas usulan alat kesehatan pada ruang operasi oleh Konsultan Perencana CV. Restu Graha, tak lain adanya tawaran sukses fee dari supplayer PT.Aneka Gas Pekanbaru sebesar 15% dari harga sebuah pabrik.

Hal tersebut, menurut sumber diatas, dibuktikan keberangkatan tim ruang operasi RSUD Adnaan WD yang terdiri, Yopi, Dr. Wahyu, Bismar dan Sasmiati ke Jakarta konon difasilitasi pihak PT. Aneka Gas mengunjungi stand Expo Jakarta beberapa waktu lalu. Juga rombongan tim ruangan operasi RSUD Adnaan WD tersebut, diberi faslitasi akomodasi penginapan di Hotel Fave wilayah Blok M Jakarta Selatan.

Sinyalemen “Patgulipat” pengadaan Alat Kesehatan untuk ruangan OK lantai gedung baru RSUD Adnaan WD, Kadis Kesehatan Kota Payakumbuh, Elza Daswarman kepada wartawan membantah sinyalemen adanya tuduhan patgulipat. Dasar penolakan tawaran dari Konsultan Perencanaan CV. Restu Garaha tersebut, adalah specifikasi pabrik tidak sesuai dan jaminan garansi yang ditawarkan terlalu singkat”.

Dikatakan Elza Daswarman, sedangkan garansi yang ditawarkan oleh pabrik yang diusulkan tim panitia perencanaan RSUD Adnaan WD, lebih lama. Karena Direktur Utama RSUD Adnaan WD sekarang berlatar belakang dokter Specialis Bedah ( Operasi- erd), tentu beliau lebih paham, papar Elza kepada wartawan diruang kerjanya, Senin, 10/7 lalu.

Elza Daswarman, menjawab rumor tak sedap seputar tertundanya proses lelang pengadaan Alkes RSUD Adnaan WD, TA, 2017 itu, akan kita laksanakan lelang cepat ( Sikap- red), katanya.

Terpisah Afdal Anan, Direktur CV. Restu Graha, Konsultan Perencana Pengadaan Alkes RSUD Adnaan WD tersebut, membantah dalih penolakan RSUD Adnaan WD dan Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh itu. Soalnya, specifikasi Alkes yang diajukan sudah sesuai dengan Permenkes RI, demikian tegas Afdal.

Ditambahkan, “ saya tidak mau menjelaskan lewat telepon secara rinci tentang permasalahan tersebut. Pihaknya, berencana mengajak Owner dan Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh duduk bersama membicarakan sengketa pengadaan tersebut, pungkasnya. (Edwar.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *