Ditjen Bea Cukai Khusus Kepri Gagalkan Penyeludupan Beras Dan Gula

 

Karimun Ovumnews.com– Bea Cukai Gagalkan ,Puluhan ton beras dan gula yang hendak diselundupkan dengan menggunakan empat kapal berhasil ditangkap petugas Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Khusus Kepri di tempat yang berbeda, Kamis (26/2) lalu.
Namun kasus ini baru diekspos, kemarin.
Keempat kapal yang saat ini diamankan di Pelabuhan Ketapang, Karimun itu yakni KM Sinar Laut Jaya, KM Sadi Jaya, KM Fitra dan KM Doa Bersama. KM Sinar laut mengangkut sekitar 103 karung beras, 5 carton Wine Carlo Rossi dan 85 barang campuran lainnya. Sementara KM Sadi Jaya mengangkut 120 karung beras dan 10 karung gula. KM Doa Bersama bermuatan 160 karung beras dan 120 karung gula.

Kepala Bidang Pencegahan dan Sarana Operasi Kanwil Khusus DJBC Kepri, Raden Evy mengatakan, tiga dari empat kapal ditangkap petugas kapal patroli BC-10022 di Perairan Tanjung Kelingking.

Kapal KM Sadi Jaya berlayar dari Pulau Setoko Batam menuju Tembilahan Riau, muatan 120 karung beras dan 10 karung gula dengan nilai barang Rp40 juta. Kapal beserta muatan dan ABK digiring menuju Kanwil Khusus DJBC Kepri,” ungkap Evy.

Sementara kapal lainnya, kata Evy adalah KM Fitra muatan 200 karung beras dan 20 karung gula dengan nilai barang Rp45 juta dan kerugian negara sekitar Rp10 juta. Kapal ketiga merupakan KM Doa Bersama muatan 160 karung beras dan 120 karung gula dengan nilai barang Rp50 juta dan kerugian negara sekitar Rp10 juta. Kapal keempat yang berhasil ditangkap adalah KM Sinar Laut Jaya dengan muatan sekitar 103 karung beras, 5 carton Wine Carlo Rossi dan 85 barang campuran lainnya. Kapal ini ditangkap di Jembatan Enam Batam menuju Lingga. Perkiraan nilai barang sekitar Rp160 juta dan kerugian negara sekitar Rp10 juta, jelas Evy.

Alasan dilakukan penindakan terhadap keempat kapal tersebut, lanjut Evy karena tidak terpenuhi ketentuan tata niaga impor. Barang yang diangkut merupakan barang yang terkena aturan larangan pembatasan, dengan melanggar pasal 53 ayat 4 UU no 17 tentang Kepabeanan.

Kerugian materil yang ditimbulkan akibat membawa barang larangan pembatasan impor berupa beras dan gula tanpa dokumen pelindung yang sah itu memang tidak besar. Namun, kerugian immateril berimplikasi pada terganggunya pasar beras dan gula dalam negeri, sehingga mengganggu perekonomian negara,” tuturnya.

Kepala Bidang Penyidikan dan Penyimpanan Barang Hasil Pencegahan Kanwil DJBC Khusus Kepri Budi Santoso menambahkan, semua awak kapal saat ini sedang menjalani pemeriksaan penyidik. h.Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *