Dituduh Menipu, Ketua Pokja IV ULP Pasaman di Polisikan

 

Pasaman- Agaknya, siapa yang tidak tertarik dengan tawaran keuntungan. Bagi sosok H. Irianto Adiak, mantan anggota DPRD serta rekanan Jasakonstruksi Pasaman, konon telah absen dikancah itu. Merasa telah dipermainkan oknum Ketua Pokja VI ULP Pasaman, Dedi Rinaldi, akhirnya dilaporkan ke Polres Pasaman.

Didampingi kuasa hukumnya, Boy Roy Indra, SH dan Doni, SH, Rabu 9 Agustus 2017 kemaren, Erianto Adiak melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Mapolres Lubuk Sikaping tentang uang tunai sebesar Rp.50 juta, yang telah disetorkan pada Dedi Rinaldi, untuk memenangkan CV. Urai Samato, atas tender proyek “Peningkatan Jalan Kubang- Padang Data”, yang di evaluasi Pokja IV. Dan Erianto meminta kembali uangnya, karena Pokja IV gagal memenangkan CV. Urai samato.

Dalam laporannya, Erianto itu, ditangani langsung oleh penyidik Satreskrim Brigadir Polisi, Dede Romeizon, SH, menceritakan awal komitmennya dengan ketua Pokja IV, Dedi Rinaldi.Semula menawarkan agar membawa CV. Urai Samato, pada tender pekerjaan “Jalan Kubang- Padang Data, untuk bisa dimenangkannya.

Untuk memenangkannya, Dedi Rinaldi meminta syarat awal dana sebesar Rp.50 juta.Dan persyaratan tersebut disanggupi, sorenya uang tunai sebesar Rp.50 juta langsung diantar ke rumah Dedi Rinaldi, di Tampuniak. Penyerahan uang disaksikan oleh Bendang Ristian, sopir Erianto waktu itu.

Lamanya proses tender di Pokja IV tersebut, membuat Erianto jadi curiga, dan pada 25 Juli 2017, ia mendatangi kantor LPSE Pasaman, guna menemui Dedi Rinaldi, selaku Ketua Pokja IV, terus menanyakan perkembangan proses tender dimaksud. Dan Dedi Rinaldi mengatakan, “Aman Pak Adiak”. Juga disebutkan Erianto, bahwa Dedi mengaku akan berkoodinasi dengan Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama, untuk memastikan bisa memenangkan CV. Urai Samato. Namun, dua hari kemudian, tepatnya 27 Juli 2017, justru CV. Nisa Konstruksi, yang ditetapkan sebagai pemenang pada proyek “ Jalan Kubang- Padang Data” tersebut, demikian paparnya dalam laporan polisi tersebut.

Erianto mengakui telah melaporkan Dedi Rinaldi, Ketua Pokja IV LPSE Pasaman, ke Polres Pasaman. Dan keterangannya telah disampaikan, dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Pasaman, Brigadir Polisi, Dede Romeizon,SH, pada Rabu siang 9 Agustus 2017 lalu, ujar Erianto didampingi kuasa hukumnya Boy Roy Indra, SH.

Menurutnya, karena Dedi Rinaldi tidak bisa merealisasikan janjinya memenangkan CV. Urai Samato, sesuai janjinya, maka uang yang telah distorkan, diminta kembali. Namun, telah berulang kali diminta, Dedi Rinaldi, selalu berjanji dan mengulur ngulur waktu.Bahkan, ketika didesak, lanjut Erianto, dia (Dedi Rinaldi) mengatakan, akan mengumpulkan uang yang sempat telah dibagi bagikannya itu, termasuk pada Wabup Atos Pratama.

Tak ada jalan lain, lanjut Erianto, karena selalu berdalih dan menyebut nyebut nama Wabup Atos Pratama dibelakangnya, terpaksa diselesaikan secara hukum yang berlaku.

Ketika disinggung dalam undang undang tindak pidana korupsi, termasuk Gratifikasi, yang memberi dan yang menerima sama sama kena ? Dengan tegas dikatakan Erianto, bahwa ia siap mempertanggungjawabkan secara hukum, biar sama sama masuk penjara, agar permainan di Pokja LPSE Pasaman bisa bersih dari perbuatan praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Soal Pengaduan Dedi Rinaldi ke Polres Pasaman, karena diancam akan dibunuh oleh Erianto, menurut Erianto, hanya marah karena dijanjikan terus.

Mengutip pemberitaan Tabloid Berita Zaman , Dedi Rinaldi, Ketua Pokja IV ULP Pasaman, yang dilaporkan Erianto ke Polres Pasaman, membantah tuduhan Erianto itu. ”Saya tidak pernah meminta atau menerima uang dari Erianto, apalagi menjanjikan menang pada rekanan,” ujarnya.

Dan dalam mengevaluasi proyek “Jalan Kubang- Padang Data”, tidak pernah berkoordinasi dengan Wabup Atos Pratama, dan saya tidak kenal dengan Wabup Atos Pratama, tambahnya.

Sementara Ketua ULP Pasaman, Ferhadi menjawab Tablid Zaman, apakah dana senilai Rp.50 juta, yang dilaporkan Erianto ke Polres Pasaman itu, mengalir ke ketua ULP ? Menurut Ferhadi, tidak tahu sama sekali adanya komitmen antara pihak Pokja dengan rekanan, dalam memenangkan sebuah tender. Bila hal itu ada, silahkan saja pihak penegak hukum membuktikannya. Sebab, dalam penetapan pemenang tender, adalah kewenangan Pokja yang mengevaluasinya, demikian yang ditirukan Zaman.

Namun, informasi yang dikumpulkan wartawan dari Laporan polisi H. Erianto Adiak di Mapolres Pasaman, diketahui oknum terlapor Ketua Pokja IV ULP Pasaman, Rabu, 16 Agustus 2017 lalu telah dimintakan keterangan oleh penyidik Brigadir.Pol. Saleh. Sumber sebutkan,hasil pemeriksaan tersebut, Dedi Rinaldi mengakui dirinya telah menerima uang seperti yang dituduhkan Erianto Adiak tersebut.

Namun, dari pemeriksaan tersebut, Dedi berkilah uang tersebut diterimanya telah dibagi- bagi itu, berpotensi dapat dijerat pasal. 378 KUHP, yakni unsur pidana penipuan, demikian ujar sumber.

Juga diperoleh informasi usai diperiksanya 4 orang saksi, Bendang Restian dan Indra, Sabtu, 12 Agustus 2017. Sedangkan pemeriksaan saksi Dasril Inyiak dan Masran, Senin, 14 Agustus 2017 lalu, kepada penyidik terkesan memberatkan status terlapor oknum Ketua Pokja IV ULP Pasaman serta berpeluang menjerat kroni- kroninya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *