DJBC Kepri Cegah Kapal Penyelundup Pasir Timah Senilai 1,6 Miliyar

 

Karimun.Ovumnews.com– Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri kembali berhasil mencegah kapal penyelundup pasir timah, di perairan Pulau Repong pada kordinat 02º 21’ 45 U/105º 53’ 20” T, Sabtu (15/10/16) sore pada Pukul 16.00 Wib.

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasional Kanwil DJBC Khusus Kepri menjelaskan, 17/10/16 kapal kayu yang mengangkut pasir timah tersebut bernama KM Amanah GT. 23.
namun sarana pengangkut yaitu KM. Amanah GT. 23, bendera Indonesia, jenis muatan pasir timah dengan berat 9,94 Ton,” jelas Raden Evy.

Sebelumnya kapal pembawa barang selundupan itu bertolak dari Belinyu, Bangka menuju Kuantan, Malaysia.

Pada hari Sabtu tanggal 15 Oktober 2016 sekitar pukul 16.00 WIB di perairan Pulau Repong pada kordinat 02º 21’ 45 U/105º 53’ 20” T, Kapal BC-20008 melakukan penegahan terhadap KM. Amanah GT. 23 yang membawa pasir timah sebanyak 9,94 ton dari Belinyu, Bangka dengan tujuan Kuantan, Malaysia,” Sebut R. Evy.

Kapal target sempat melarikan diri dengan cara mengandaskan kapal ke pantai pulau Repong dan kemudian ABK KM. Amanah melarikan diri ke dalam hutan. Kemudian dilakukan pengejaran terhadap ABK, namun tidak dapat ditemukan.

Setelah ditunggu beberapa saat, akhirnya diputuskan kapal tanpa awak yang memuat pasir timah tersebut ditarik menuju Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau guna pemeriksaan lebih lanjut.

Barang diperkirakan dengan nilai yang berhasil Di tegah oleh patroli BC 20008 yang dipimpin oleh Tarmudi itu, senilai 1,69 Milyar Rupiah.Sedangkan kerugian Immateriil Negara akibat peristiwa penyelundupan itu, yaitu tentang lingkungan hidup, ekonomi, industri dan perdagangan.

KM Amanah diduga melanggar Pasal 102A huruf (a) dan (e) UU No. 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, yang berbunyi.

Setiap orang yang mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean, mengangkut barang ekpor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9A ayat (1) dipidana karena melakukan penyeludupan di bidang ekspor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidanan denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliyar rupiah).Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *