Dugaan Korupsi BUP Rp 1,68 Milyar Penyidik Menahan Mantan Dirut BUP, Firdaus Hamzah

 

Karimun.Ovumnews.Com–Dugaan korupsi di Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun akhirnya diketahui sebesar Rp1,68 miliar.Kerugian negara yang ditimbulkan akibat Ini sesuai temuan penyidik Polres Karimun dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri. Dalam kasus ini penyidik telah menahan mantan Dirut BUP, Firdaus Hamzah pada Jumat (18/3) malam.

Dalam kasus dugaan korupsi BUP Karimun ditemukan sekitar Rp1,68 miliar. Angka tersebut setelah adanya kesepakatan temuan antara penyidik Polres Karimun dan BPKP. Memang sebelumnya sempat terjadi perselisihan,” ungkap Kapolres Karimun AKBP I Made Suka Wijaya saat ditemui di rumah dinas Bupati Karimun, Minggu (20/3).

Penahanan terhadap Firdaus karena ada alasan subjektif dan objektif. Alasan objektifnya karena ancaman hukuman terhadap tersangka di atas 5 tahun penjara. Sementara, alasan subjektifnya karena penyidik takut kalau tersangka bakal melarikan diri, mengulangi perbuatan, menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi lainnya.

Tersangka murni karena pertimbangan penyidik dengan alasan subjektif dan objektif dan juga karena setelah dilakukan gelar perkara soal kasus itu. Penyidik tidak terpengaruh dengan sikap tersangka yang sering mengumbar pernyataan di luar. Penyidik sudah bekerja secara profesional dan sesuai prosedur,” jelas Made.

Mantan Dirut BUP itu akan ditahan penyidik selama 20 hari ke depan.Namun jika masih terdapat kekurangan dalam penyidikan, akan diperpanjang lagi hingga menjadi 40 hari. Jika masih kurang lagi, maka akan dilakukan penambahan selama 60 hari lagi. “Sesuai dengan KUHAP, kami punya waktu penahanan selama 120 hari,” terangnya.

Gelar perkara untuk penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu dilengkapi, seperti penambahan alat bukti sehingga belum bisa menetapkan tersangka baru. Meski demikian kata Made, pihaknya, akan melakukan gelar perkara ulang untuk penambahan tersangka.

Calon tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi di BUP itu. Dia berjanji, setelah dilakukan gelar perkara ulang, maka pihaknya akan mengumumkan tersangka yang baru tersebut. “Belum bisa saya sampaikan sekarang. Nanti setelah dilakukan gelar perkara ulang, pasti saya umumkan,” jelasnya.

Terkait kasus ini polisi sudah memeriksa lebih dari 30 orang saksi, mulai dari jajaran direksi, komisaris dan Badan Pengawas BUP. Kemungkinan, penyidik akan menambah saksi lain dalam kasus itu. “Proses penyidikan kasus ini kan masih panjang. Bisa jadi akan ada penambahan saksi lainnya,” ungkap kkapolres.Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *