Dugaan Korupsi Pembangunan Kantor Camat, PPTK Dinas PU Camat Diperiksa Tim Penyidik Jaksa

 

Tanjung Pinang Ovumnews.com–Terkait dugaan dugaan kasus proyek pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari Tanjungpinang, di Jalan menuju Dompak Tanjungpinang, APBD tahun 2014 Rp1,52 miliar, Jumat (6/11).Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang terus mengumpulkan keterangan dari pihak terkait, dalam upaya penyidikan.

Sebanyak tujuh anggota kelompok kerja (Pokja) panitia pelaksanaan pelelangan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemko Tanjungpinang diperiksa tim penyidik jaksa,
kali ini, Camat Bukit Bestari, Hidayat, termasuk dua anggota Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dari dinas PU Tanjungpinang diperiksa tim jaksa selama dua jam, sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Tiga orang yang kita periksa, yakni Camat Bukit Bestari serta dua orang dari PPTK,” kata Kepala Kejari Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi SH MH melalui Kasi Pidsus Kejar, Lukas Alexander Sinuraya SH MH.

Lukas sapaan akrab Kasi Pidus ini menambahkan, pemeriksaan camat maupun PPTK tersebut masih belum lengkap, sehingga akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya. Hal tersebut disebabkan keterbatasan waktu tim penyidik jaksa pada pemeriksaan kali ini.

Rencana minggu depan, ketiga orang ini (Camat dan PPTK) akan kita periksa kembali, karena pemeriksaan hari ini ada tugas penting lain yang juga menyangkut dugaan kasus ini dan harus kita laksanakan secepatnya,” ucap Lukas.

Dalam perkara ini, lanjut Lukas, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan tim ahli yang sudah disiapkan.
Yang jelas, kita sangat serius dalam menangani dugaan kasus korupsi terhadap proyek Kantor Camat ini. Sejumlah pihak yang terkait perkara ini akan kita periksa semua,” ucap Lukas.

Lebih rinci, Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang ini, belum bisa menjelaskan terkait pemeriksaan sejumlah pihak, termasuk nama-nama yang telah diperiksa tim penyidiknya.
Itu merupakan ranah penyidikan kita. Nanti jika sudah rampung, akan kita sampaikan semuanya,” kata Lukas.
Sebagaimana diketahui, upaya tersebut dilakukan pihak Kejari Tanjungpinang sebagai tindak lanjut penyidikan dugaan kasus korupsi proyek pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari Tanjungpinang, di Jalan menuju Dompak Tanjungpinang.

Proyek tersebut dikerjakan menggunakan dana APBD di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemko Tanjungpinang tahun 2014 senilai Rp1,520 miliar.
Secara garis besarnya, kita memang sudah kantongi nama pihak yang peling bertanggung jawab untuk dijadikan sebagai calon tersangka nantinya. Namun hal itu belum bisa kita sampaikan saat ini. Tunggu saja tanggal mainnya,” kata Lukas.

Proyek Pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari tahun 2014 tahap I tersebut dikerjakan oleh CV Pilar Dua Inti Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp1.520.097.235 dengan dua lantai.
Dalam pelaksanaan awalnya, pihak kontraktor CV Pilar Dua Inti Perkasa, diduga telah mengambil uang muka sebesar 30 persen dengan nilai sekitar Rp500 juta lebih, dan belum dipotong pajak.

Namun kenyataannya, hingga saat ini rencana awal pelaksanaan pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari tersebut tidak dapat lakukan, karena tersandung persoalan ganti rugi lahan masyarakat yang belum dapat dituntaskan sebagaimana layaknya.
Rencana awal pembangunan Kantor Camat tersebut tidak jadi dilaksanakan di lahan semula, melaikan dialihkan ke lokasi lain di kawasan Dompak.

Sementara, uang muka sebesar 30 persen yang sudah dicairkan oleh pihak kontraktor CV Pilar Dua Inti Perkasa dari bendahara dan Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas PU Pemko Tanjungpinang, tidak dikembalikan ke kas negara. Akibatnya, negara diduga telah dirugikan sebesar Rp400 juta lebih.Ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *