Dugaan Korupsi Pemeliharaan Kendaraan Dinas di Setda Kota Pariaman Kajari Tetapkan Kabag Umum Sebagai Tersangka

 

Pariaman,Ovumnews.com–Dugaan korupsi seakan merajalela di tanah air, meski telah ada aturan tentang pemberantasan korupsi yakni Undang- Undang No 31 Tahun 1999 dan perubahannya Undang- Undang No. 20 tahun 2001 seakan tak menghambat langkah para pelaku dugaan korupsi.
Kini satu persatu dugaan korupsi terus diungkap oleh korp Adyaksa, wilayah hukum kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Dalam ekspos Kejari Pariaman, Yulitaria, SH,MH pada saat perayaan Ulang Tahun Adyaksa Rabu (22/7) lalu di ruangkerjanya membeberkan beberapa kasus yang tengah di lakukan penyelidikan ,Salah satu yang dilakukan penyidikkan adalah dugaan korupsi pemeliharaan kendaraan dinas milik Pemko Pariaman yang dikelola oleh Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Pariaman dari tahun 2012 hingga 2014.
Dalam pernyataan Kejari terungkap bahwa ada dugaan Korupsi di Sekretariat Daerah (setda) Kota Pariaman yang menyeret Kepala Bagian Umum sebagai tersangka, saudara Rosdi,S.Sos, dan kawan-kawan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi pemeliharaan rutin kendaraan Dinas tahun 2012 -2014,”ungkapnya.
Dugaan penyimpangan dana pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional dan jabatan tahun 2012 sampai tahun 2014 pada Sekretariat Daerah Kota Pariaman dengan No Print-07/N.3.13/Fd.1/01/2015 sampai saat ini pihak kejari belum mau memberikan keterangan berapa besar dugaan kerugian negara.
Total kerugian uang negara masih kita hitung akurasinya yang pasti berjumlah ratusan juta rupiah,” kata Kasi Pidsus Resmen menimpali.
Selain mengekspos kasus dugaan korupsi penyimpangan dana pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional dan jabatan tahun 2012 sampai tahun 2014 pada Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Kajari juga membeberkan kasus lain yang ditanganinya diantaranya kasus dugaan penyimpangan dana proyek penyediaan air bersih di Kecamatan Lubuk Alung pada tahun 2011, dugaan korupsi penyimpangan dan penggunaan pertanggungjawaban keuangan yang tidak dilaporkan oleh Kepala Sekolah, Komite Masyarakat SMA1 Ulakan Tapakis, Padangpariaman.
Dua kasus dugaan penyalahgunaan dana peran koperasi dalam mendukung ketahanan pangan pada PT Sah Yang Seri cabang Lubuk Alung tahun 2011 dan pada tahun 2012.Tersangkanya belum bisa kami sebutkan karena masih ada beberapa saksi yang jauh dari Jakarta dan Medan yang belum memenuhi panggilan kami. Kasus ini ada dua. Yang satu 2011 satu lagi tahun 2012,” imbuh Yulitaria.
Sedangkan kasus yang masih dalam tahap Lid (lidik) adalah kasus pemeliharaan terminal dan TPR Kayu Tanam di Dinas Perhubungan Padangpariaman.Tersangkanya belum ada karena masih dalam tahap lidik,” ungkap Kajari.
Menurut Kajari Yulitaria pada tahun 2015 terdapat tujuh kasus dugaan korupsi ditangani Kejaksaan Negeri Pariaman.
Satu diantaranya sudah tahap penuntutan ke pengadilan dengan tersangka Murniati (mantan bendahara Akper Padangpariaman) lanjutan kasus dugaan korupsi Akper Pemda Padangpariaman tahun 2012,” jelas Kajari.
Pada kasus Akper kata Yuli, Kejari Pariaman telah berhasil mengembalikan kerugian negara akibat perbuatan melawan hukum pelaku pada kasus tersebut.
Semua kasus tersebut terang Kajari bermula dari laporan masyarakat. Semua tersangka yang terjerat dalam kasus yang sudah dipublish Kajari Pariaman itu dijerat dengan pasal 2 ayat 1 junto pasal 55 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi. Tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara. Bkn/Ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *