Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, LSM ACIA Endus di ULP Kota Pariaman

 

Pariaman.Ovumnews.com—Terkait laporan yang ditembuskan ke media massa tersebut diantaranya memuat dugaan penyalahgunaan wewenang dan kejahatan dalam jabatan dalam menetapkan hasil evaluasi pelelangan pengadaan barang/jasa, yang membatalkan lelang pada tanggal 23 Maret tahun 2015 dengan menggagalkan seluruh paket penawaran pekerjaan pengadaan Barang/Jasa pemerintah yang dilakukan oleh POKJA ULP Kota Pariaman, dengan alasan Perpres Nomor 70 tahun 2012 pasal 83 ayat (1) huruf d “Tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran” tanpa menjelaskan secara rinci dan profesional atas kesalahan para rekanan yang menyebabkan pelelangan gagal, kecuali hanya 2 (dua) peket pekerjaan saja yang tidak diulang, yaitu pembangunan Jalan dan pembuatan Tratoar.
Penetapan pemenang terhadap 2 (dua) paket pekerjaan diatas tidak mempedomani perpres 70 tahun 2012 pasal (19) huruf k “tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana, yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani Penyedia Barang/Jasa” tentang persyaratan kualifikasi yang tidak di lampirkan dalam data kualifikasi, serta dengan sengaja mengabaikan pasal (83) ayat (1) huruf a dan b (jumlah peserta yang lulus kualifikasi pada proses prakualifikasi kurang dari 3 (tiga) peserta, kecuali pada “Pelelangan Terbatas”) tentang yang menyatakan Pelelangan/ Pemilihan Langsung gagal dengan meneruskan mengevaluasi dan memenangkan perusahaan tunggal tanpa pendamping.
LSM ACIA langsung melaporkan Kepala ULP Kota Pariaman, Erman Toyon, BA, Ketua Pokja ULP Kota Pariaman Adlis dan Hari Suseno. Direktur Operasi LSM ACIA, Alwi Agus meminta segera pihak Kejaksaan Negeri Pariaman untuk memanggil dan memeriksa terlapor terkait dugaan kejahatan dalam jabatan dengan penyalahgunaan kewenangan terkait pengadaan barang dan jasa yang ada di Kota Pariaman.
Berdasarkan temuan LSM ACIA Provinsi Sumbar menduga telah ada Kejahatan dalam jabatan, Pemenang Tender yang dimenangkan oleh Pokja ULP Kota Pariaman adalah CV. Dwi Fortuna, yang terindikasi dibawa oleh Adik Ipar Kandung Walikota yang bernama panggilan adiak, dan Pemenang Tender yang dimenangkan oleh Pokja ULP Kota Pariaman adalah CV. Nafhisa, yang merupakan kakak ipar kandung dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek itu sendiri, serta menggagalkan seluruh paket pekerjaan yang dilelang kecuali dua paket pekerjaan diatas. Bahkan, Pokja tidak menguasai dokumen lelang seperti yang diterapkan dalam data kualifikasi.
Rekan-rekan media juga berharap, kepada Kejaksaan Negeri Pariaman untuk selalu mengedepankan pemberantasan dugaan tindak pidana korupsi. Karena indikasi yang kita laporkan ini jelas-jelas sudah melalui kajian yang matang dari tim LSM ACIA, maka dari itu langsung kami laporkan ke Kejaksaan, sebutnya.
Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pariaman, Resmen, SH yang ditemui Jumat (17/4) diruang kerjanya mengatakan, kita akan selalu fokus kepada kasus-kasus dugaan tindak pidana korupsi, sebaiknya laporan ini di register dulu dibagian surat sekretariat Kejari, nanti surat tersebut akan didisposisikan oleh Ibu Kejari kepada saya, nanti saya akan pelajari dulu, kalau memang ada indikasi dugaan korupsi kita akan lakukan pemanggilan dan pulbaket, ujar Resmen seraya mempertanyakan laporan dari pelapor yang didampingi rekan-rekan awak media BKN Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *