Dugaan Penyimpangan Tender Proyek Pembangunan Jalan 4 Ruas Padang Pariaman

 

Lelang Proyek di Dinas PU Padang Pariaman Masuk Ranah Hukum, Bupati Ali Mukhni Bungkam

Padang Pariaman.Ovumnews.com– Yang mana diberitakan media News Indonesia edisi sebelumnya , Bupati Ali Mukhni berjanji akan segera mencari informasi ke panitia lelang dan dinas PU tentang lelang proyek sampai ke ranah hukum. Dan hasilnya akan dikahabari ke media ini secepatnya.

Namun ditunggu-tunggu dari sang Bupati tidak ada. Dihubung melalui telpon genggam tidak mau angkat lagi dikirimi dengan pertanyaan tertulis melalui ponsel tidak menjawab, padahal ponsel bupati aktif.

Seperti diketahui lembaga bantuan hukum jasa konstruksi (LBH-JK) menerima laporan dari sejumlah kontraktor yang bergerak di bidang konstruksi tentang adanya pengaturan proyek di wilayah kabupaten Padang Pariaman yang berpotensi merugikan Negara.

Lelang hanya formalitas saja. Sedangkan pemenangnya sudah jelas dari awal. Laporan diterima, diduga telah terjadi persekongkolan antara oknum pejabat dilingkungan PU Padang Pariaman dan pihak PT. Sarana Mitra Saudara.
Terkaita adanya laporan, maka kami dari LBH-JK telah adakan rapat pleno, dari hasil rapat dibuatlah keputusan bahwa laporan rekanan cukup layak untuk dibawa keranah hukum.
Yang dilaporkan POKJA pengadaan pekerjaan pembangunan jalan unit layanan pengaduan (ULP) kabupaten Padang Pariaman propinsi Sumatera Barat, SKPD DPU kabupaten Padang Pariaman. Proyeknya adalah pembangunan jalan (4 ruas), ULP kabupaten Padang Pariaman dengan HPS Rp 3.300.000.000,-.

Ir. Suparman, SH MH MSi Direktur LBH-JK dikonfirmasi Ovumnews.com– Rabu (23/11) mengatakan, PT. Sarana Mitra Saudara dimenangkan tanpa melalui prosedur yang benar dengan nomor urut penawaran 2 terendah dari 2 perusahaan yang mengajukan penawaran.

Informasi ini kita terima dari rekanan. Menurut rekanan, penawaran Pt. Sarana Mitra Saudara adalah Rp 3.221.612.000,00,- HPS paket tersebut Rp 3.300.000.000,- artinya ada selisih dengan nilai HPS terhadap penawaran hanya Rp 78.388.000.00 (2,3%).

Kronologis

Proyek ini dilelang melalui LPSE atau system elektronik, dengan harapan pelelangan ini bisa berjalana sesuai dengan aturan yang berlaku dalam pengadaan barang dan jasa, berjalan secara jujur, efisien, transparan, tidak diskriminasi dan tidak diarahkan kesalah satu peserta lelang.

Ternyata yang terjadi dalam proses pelelangan ini adalah mulai dari pembuatan dokumentasi lelang sampai pada penetapan pemenang semuanya dilakukan dengan curang dan penuh dengan kepura-puraan , dan paket pekerjaan ini sudah diarahkan dari awal ke grup PT. Statika Mitra Sarana dan perusahaan yang dimenangkan ini adalah grup dari perusahaan tersebut.

Untuk membuktikan hal tersebut diatas dapat dilihat dari dokumen lelang yang telah dirancang sedemikian rupa untuk posisi grup Statika yang akan dimenangkan. Kalau dilihat dari kasat mata antara KPA, Kadis dan Pokja memang sudah 1 paket dalam dugaan pelelangan curang, ini dapat dilihat dari jadwal dan persyaratan yang mereka buat.

Ini bukti kecurangan pengguna anggaran, kuasa pengguna anggaran dan pokja.Jumlah tenaga yang diminta sampai 12 orang sedangkan paket ini tergolong paket kecil.Empat paket pekerjaan digabungkan menjadi satu paket pekerjaan sedangkan lokasi pekerjaan tersebut tidak satu arah dan tidak satu jalur tetapi lokasinya berjauhan.

Persyaratan untuk peralatan utama diminta yang aneh-aneh dan tidak lazim dipakai dalam satu pelelangan seperti suhu aspal, STNK Mobil, BPKB Mobil dan lain-lain.Dan masih banyak lagi hal-hal yang aneh-aneh dalam dokumen lelang sehingga dokumen menjadi tidak standar.

Dinas PU Padang Pariaman tidak pernah tersentuh oleh hukum karena mereka mungkin pandai bermain dengan penegak hukum, banyak paket-paket yang dilelang selama ini dilakukan dengan curang artinya apabila perusahaan yang menawar lebih rendah bagi perusahaan yang sudah mereka pelihara selama ini mereka akan digugurkan dengan seribu alasan.

Proses pelelangan yang dilakukan oleh PA, KPA, dan Pokja ini juga menyentuh tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Bupati Ali Mukhni dikonfirmasi (23/11) akan segera mencari informasi ke panitia lelang dan dinas PU tentang lelang proyek sampai ke ranah hukum. “Saya mengucapkan kasih karena telah di infokan tentang adanya dugaan penyimpangan dalam tender proyek Pembangunan Jalan 4 ruas di Padang Pariaman”’ Ujar Sang bupati. (rihan)

JADWAL PELELANGAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN ATURAN YANG BERLAKU DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA

Pengumuman Pasca Kualifikasi 3 Nopember 2016 9 Nopember 2016 = 5 hari
Download dokumen pengadaan 3 Nopember 2016 9 Nopember 2016 = 5 hari

Pemberian penjelasan 7 Nopember 2016 7 Nopember 2016 = 1 hari
Upload dokumen penawaran 7 Nopember 2016 10 Nopember 2016 = 1 hari

Pembukaan dokumen penawaran 10 Nopember 2016 10 Nopember 2016 = 1 hari
Evaluasi penawaran 11 Nopember 2016 11 Nopember 2016 = 1 hari
Evaluasi dokumen kualifikasi 11 Nopember 2016 11 Nopember 2016 = 1 hari

Pembuktian kualifikasi 11 Nopember 2016 11 Nopember 2016 = 1 hari
Upload berita acara hasil pelelangan 11 Nopember 2016 11 Nopember 2016 = 1 hari

Penetapan pemenang 11 Nopember 2016 11 Nopember 2016 = 1 hari
Pengumuman Pemenang 11 Nopember 2016 11 Nopember 2016 = 1 hari

Masa sanggah hasil lelang 12 Nopember 2016 14 Nopember 2016 = 1 hari
Surat penunjukan barang/jasa 15 Nopember 2016 30 Nopember 2016 = 14 hari
Penandatanganan kontrak 16 Nopember 2016 30 Nopember 2016 = 13 hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *