Gempa dan Tsunami Landa Donggala Palu.Sulawesi Tenggah

 

Sulawesi Tengah Ovumnews.com–Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Efek gempa ini membuat tower ATC rusak dan berimbas pada penutupan bandara Mutiara Palu. Dari gambar yang beredar memperlihatkan lantai ATC di Bandara Mutiara Palu reta-retak. Terlihat beberapa retakan bangunan berwarna orange itu.

“Jadi di lantai empat itu adalah ruang kontrol untuk ATC komunikasi pesawat,” ujar seorang pegawai bandara Mutiara Palu. “Karena itu rubuh lantai empatnya, jadi alat dan meja kerja tidak bisa dipakai,” sambungnya.
Karena kerusakan ini, pihak Bandara telah menerbitkan Notam penutupan bandara hingga 29 September pukul 19.30 WITA. “Notam-nya sudah diterbitkan baru saja dan bandara Palu ditutup,” kata dia.
Gelombang Tsunami

Dicek dari akun Twitter BMKG, Jumat (28/9), gempa itu terjadi pukul 17.02 WIB. Titik gempa di 0.18 LS dan 119.85 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah 31 gempa susulan terjadi di kawasan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) hingga pukul 21.00 WIB.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, gempa susulan terjadi dengan kekuatan magnitudo terkecil 2,9 dan terbesar 6,3. “Sampai pukul 20.00 WIB, sudah 22 gempa susulan dan terus bertambah menjadi 31 gempa susulan pada pukul 21.00 WIB,” ujar Dwikorita, saat konferensi pers melalui sambungan Skype dari Yogjakarta, Jumat (28/9).

Akibat gempat tersebut, gelombang tsunami terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.

Tsunami diperkirakan sampai ke daratan pada pukul 17.22 WIB atau 18.22 WITA. Peringatan tsunami telah diakhiri pada pukul 17.36.12 WIB atau 18.36.12 WITA dengan pertimbangan air naik semakin surut dan pengamatan saksi mata salah satunya staf BMKG di Kota Palu.

“Peringatan tsunami telah kami keluarkan sekitar lima menit setelah kejadian gempa. Terpantau dari saksi mata di lapangan, ketinggian muka air laut mencapai 1,5 meter,” ujar Dwikorita.

“Namun kemudian setelah kita pantau, tsunami datang, air naik semakin surut. Dengan surutnya air yang teramati, maka peringatan dini tsunami kami akhiri,” sambung dia. Sementara itu, air sudah sampai di Markas Ditlantas Polda Sulteng. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Jumat (28/9) mengatakan, kantor Ditlantas itu berada di Pantai Talise/Jembatan Kuning.

Berdasarkan foto yang dikirim Setyo, tampak mobil patroli dan bus pelayanan SIM keliling terendam air. Sejumlah bangunan di lokasi juga rusak berat akibat diterjang banjir. (dtc.ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *