Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia, KPK Diminta Telusuri Nama Menteri Bertanda Merah Atau Kuning

 

JAKARTA Ovumnews.Com–Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia yang beranggotakan pengamat dan tokoh agama mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (3/11). Kedatangan mereka itu untuk meminta KPK memeriksa menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yang diduga mendapat label atau tanda merah dan kuning.
Sebelum diumumkan kabinet kerja, KPK menyebut ada nama-nama calon menteri yang ditandai merah atau kuning, namun hingga kini belum ada ditindaklanjuti. Jadi, ini sebagai bentuk tanggungjawab KPK untuk memeriksa nama-nama yang dimaksud,” ujar salah seorang perwakilan Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia, Ray Rangkuti di area Gedung KPK kepada wartawan.
Selain meminta ditindaklanjuti nama-nama yang berlabel merah dan kuning tersebut, Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia pun menyerahkan sejumlah nama yang mereka anggap bermasalah. Nama-nama itu diantaranya adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.
Bukan saja nama-nama menteri yang diserahkan untuk ditelusuri KPK. Nama-nama lain di lembaga wakil rakyat juga turut diserahkan. Diantara nama-nama di parlemen itu adalah Ketua Setya Novanto dan Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Nama-nama yang kami serahkan ke KPK untuk ditelusuri rekam jejak setelah teman-teman melacaknya, pernah diperiksa KPK dan punya masalah hukum,” ungkap Perwakilan Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia lainnya, Karyono Wibowo.
Di tempat sama, masih dari Perwakilan Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia yakni Chalid Muhammad, juga meminta KPK agar memprioritaskan penelusuran terhadap menteri dan pimpinan DPR yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.
“Jika KPK memprioritaskan nama-nama yang diserahkan tersebut ditelusuri, setidaknya dapat meminimalisir terjadinya korupsi sebab akan berdampak pada perilaku korup dikemudian hari,” katanya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *