Gubernur Sumbar Canagkan Kota Padang Jadi Kampung KB

 

Padang-Ovumnews.com–Pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) Tingkat Sumatera Barat (Sumbar) secara resmi dicanangkan di Kota Padang, Selasa (1/3) di Kelurahan Parupuk Tabing RW 17 Kecamatan koto Tangah.

Pencanangannya yang diresmikan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno itu, dihadiri Deputi Pengendalian Penduduk (DALDUK) BKKBN Pusat Dr Wendi Hartanto, beserta Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar H. Nofrijal.MA, Forkopimda Sumbar dan Padang, Wakil Walikota Padang, Emzalmi, Kepala BPMP-KB Padang, Muji Susilawati, Ketua TP PKK Sumbar dan Padang juga tokoh masyarakat setempat.

Deputi Dalduk BKKBN pada kesempatan itu mengatakan, “Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis dalam upaya pelaksanaan kegiatan-kegiatan program KB di masa mendatang. Dengan sasaran, melakukan pembangunan keluarga berencana secara utuh dan terintegrasi dengan baik. Di samping itu, juga meningkatkan kejahteraan, kebutuhan sarana dan prasarana serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat”, ujarnya.

Harapan Dr. Wendi Hartanto Pembentukan Kampung KB di kabupaten/kota lainnya di Sumbar untuk segera dibentuk, karena Pencanangan Kampung KB ini, menindak lanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo sewaktu pencanangan Kampung KB tingkat nasional di Cirebon 14 Januari 2016 lalu,tambahnya.

Deputi Dalduk BKKBN sebagai utusan dari BKKBN Pusat mengucapkan terima kasih kepada Jajaran Pemprov Sumbar, Pemko Padang, serta seluruh tokoh yang terlibat dalam mensukseskan pencanangan Kampung KB di RW 17 Parupuk Tabing ini.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyampaikan, dalam pencanangan Kampung KB di Sumbar, ia mengapresiasi Kota Padang yang lebih cepat dan proaktif dalam pencanangannya. Itu terlihat, dari 11 kecamatan yang ada di Kota Padang telah memiliki Kampung KB.

Program nasional ini fokus untuk daerah terpencil seperti pesisir, kampung nelayan, pedesaan dan daerah tertinggal . Saya yakin, program Kampung KB ini akan semakin sukses, karena semenjak 2010, Program KB di Sumbar terus meningkat dan masuk 10 besar untuk provinsi yang sukses menerapkan program KB, serta kita perlu memberi aplaus bagi jajaran Pemko Padang, khususnya bagi jajaran BPMP-KB Kota Padang yang telah membentuk kampung kb”, puji Gubernur.

Gubernur juga berharap, kabupaten dan kota lainnya di Sumbar akan menyusul untuk segera membentuk Kampung KB di daerahnya.
Program KB tidak lagi hanya mengurusi, mencegah, mengatasi ataupun menyuruh setiap keluarga dengan cukup punya anak dua. Tetapi program KB telah terpadu secara menyeluruh. Yaitunya, memasuki ekonomi yang mengarah kepada kesejahteraan, meningkatkan pendapatan, pendidikan, kesehatan yang kesemuanya masuk dalam program KB.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan untuk Kota Padang mempunyai target memiliki Kapung KB disetiap Kecamatan Nantinya. Selain itu, Irwan Prayitno mengatakan “kalau kita ingin sukses dalam Program Keluarga Berencana (KB) maka datangilah masyarakat yang terpencil, terisolir kurang mampu dan yang berada di daerah pesisir”.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini Program Kampung KB sangat terpadu. “Kampung KB tidak lagi hanya mengurusi atau pencegahan mengenai 2 anak cukup, tetapi program KB sangatlah terpadu dengan mencakup perekonomian, kesehatan, infrastruktur, perikanan, dan perdagangan”.

Keberhasilan dan kegagalan program KB ini dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat tentang program KB tersebut, untuk itu mari kita sadarkan masyarakat melalui keluarga-keluarga kita, kita ajak mereka untuk melakukan hal positif dan kita lakukan sosialisasi untuk menumbuhkan pengetahuan masyarakat, tambah Irwan Prayitno.

Pemerintah akan terus bekerja keras bersama stakeholder yang ada. Diharapkan masing-masing keluarga di Kampung KB, agar bisa terlibat dan peduli, demi suksesnya program ini. Sehingga, melalui Kampung KB, terciptanya kampung dengan masyarakatnya yang sejahtera, berpendidikan dan mengerti tentang KB di masa-masa selanjutnya,” imbaunya.

Wakil Walikota Padang, H Emzalmi juga menjelaskan, program Kampung KB upaya yang tepat untuk mengatasi dan pengentasan kemiskinan. Karena tidak saja mendukung program KB dalam artian membatasi kelahiran saja, tetapi juga program yang terintegrasi dengan lintas program.

Misalnya kampung itu sebelumnya termasuk perkampungan yang kumuh, dengan dibuatnya Kampung KB akan diperbaiki lingkungannya, jalannya, riolnya, santiasinya dan sebagainya. Sehingga akan terciptanya perkampungan yang sehat dan sejahtera berkelanjutan”, tukas Wawako.

Kalau kampung itu sudah sehat, pasti masyarakat juga akan sehat dan bisa berusaha memenuhi kehidupannya sehari-hari. Jadi ini suatu program yang cukup bagus, dan kita di Padang harus memberikan dukungan yang maksimal,” pungkasnya.

Pada pencanangan itu, ditandai dengan pembacaan deklarasi oleh tokoh-tokoh di RW 17 Parupuk Tabing, pemukulan bedug, penandatanganan prasasti Kampung KB, oleh para pejabat, penyerahan prangko Kampung KB serta peninjauan langsung lokasi yang bakal dijadikan Kampung KB tersebut. Ovn 03
3

4

5

6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *