Hancur Berantakan Proyek Milik PU Kepri Tahun Anggaran 2015 Pelaksana PT.Jaba Pratama Nilai Kontrak Rp.11.088.052.00

 

Batam .Ovumnews.com–Dugaan kecurangan yang dilakukan oleh PT. Jaba Pratama dalam melaksanakan Normalisasi Drainse jalan Nasional yang berada di sepanjang jalan Simpang Jam,Sei Harapan Kota Batam Kepri tahun anggaran 2014.nampanya bakal menuai masalah didinas PU Kepri serta Pelaksananya,proyek yang dikerjakan pertengahan juli 2015 yang dikerjakan tanpa memakai pondasi telah jebol selasa 29/09/2015 terlihat jelas dari hasil pantauan ovumnews.com sejak dari awal pekerjaan sampai proyek ini jebol.

Hasil investigasi bakinews dilapangan 09/07/2015 pekerjaan tersebut tidak adanya pengalian untuk penanaman pondasi,terlihat jelas pekerja meletakan batu diatas rumput, tanpa pengorekan dan pengalian sebagai mana mestinya.

Dikomfirmasikan kepada pekerja,pondasi ini telah sesuai gambar yang kita pegang,pondasi yang kita tanam ada 60 cn ungkapnya kepada ovumnews.com ,Juga terlihat tidak adanya takaran komposisi adukan semen yang di buat, sehingga diragukan spesi 1:4 pada pasangan batu bisa tercapai. Tentunya bakal berdampak kepada mutu dan kualitas pekerjaan.

Proyek milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ,Direktoral Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II.SNVT Pelaksanaan Jalan Nasional Propinsi Kepulauan Riau,Pejabat Pembuat Komitmen 2(Pulau Batam dan Pulau Galang)
Paket Pekerjaan Pemiliharaan berkala jalan simpang jam –sei Harapan -Sekupang (5 Km) pelaksana 210 hari kalender,Dengan nomor kontrak HK.02.03/SP-PJN-PPK2/V2015/05 dengan nilai kontrak Rp.11.088.052.00; Sumber dana APBN Murni .Kontraktor Pelaksana PT.Jaba Pratama.Konsultan Pengawas PT,Puri Dimensi

LSM AMPERA INDONESIA .Aliansi Masyarakat Peduli Indonesia .Arezon Andre SH selaku Aktipis LSM tersebut menangapi dengan tegas ,mengatakan kepada ovumnews.com 01/10/2015 diduga kuat terindikasi pengurangan mutu pekerjaan serta volume material yang dipergunakan berpotensi terjadinya KKN bakal dilaporkan oleh LSM Ampera ke Penegak Hukum.hal tersebut ditegas oleh Arezon Anrdre SH,

Menurut Arezon Andre SH ,kita sudah memantau langsung pekerjaan ini, pekerjaan ini dekat jalan raya Tiban raya menuju SEI Harapan ,dan saya menemukan indikasi kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor batu yang dipasang kecil pasir diduga bercampur tanah.
Arezon Andre minta kepada penegak hukum kepri untuk menyelusuri proyek baru siap dikerjakan pasangan batu tidak ada kopor/pondasi ,proyek saat sekarang sudah hancur kita minta penegak hukum mengusutnya. Dengan telah terbitnya berita dimedia online ini untuk selalu melakukan pengawasan keuangan Negara. Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *