Hancur Irigasi Di Pasaman Barat

 

Irigasi Tanjung Beruang Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat Hancur Yang Dikerjakan Oleh CV.Sari Kontruksi Proyek Milik Dinas PUR Kabupaten Pasbar

Pasaman.Ovumnews.com– Pengerjaaan proyek yang akal-akalan masih menjadi hal yang menggiurkan bagi segelintir Oknum Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kontraktor dan Konsultan Pengawas. Demi “MENILAP” Uang rakyat kekantong pribadi. Kendati banyak yang terpaksa mempertanggung jawabkan perbuatannya kebalik jeruji, namun hal demikian masih belum memberikan efek jera bagi yang lainnya.

Pengamatan Awak media di lapangan Kamis sore (17/8/2017) menunjukkan, sejumlah proyek Peningkatan Jaringan Irigasi yang dikerjakan oleh kontraktor dikawasan Nagari Kajai tanpa memperdulikan mutu dan kualitas proyek serta tidak ditemukan papan plang indetitas proyek, proyek. Seperti, proyek box culvert (Saluran air) di Batang Lampang, tepatnya lokasi di Jorong Pasaman Tanjung Beruang Nagari Kajai kecamatan Talamau Kabupaten Barat. Proyek tersebut diduga dikerjakan “ASAL JADI” tanpa memperdulikan standar mutu dan ketahanan proyek.

Struktur bangunan irigasi terlihat lantai jaringan irigasi mengelupas, diduga bangunan jaringan irigasi tidak sesuai dengan spek gambar bangunan dan tidak sesuai dengan anggaran biaya. Ini terlihat dari adukan semen dan material yang tidak berimbang, maka bangunan hancur diterjang derasnya air yang mengalir.

patut diduga telah terjadi “Kongkalikong” antara KPA,PPTK,PPK, Kontraktor dan Kosultan Pengawas Lapangan, “Menilap” uang Negara untuk proyek yang dibayar lewat pajak oleh masyarakat..

Masyarakat sekitar Nagari Kajai Jon Mandaka, kepada wartawan, Kamis (17/8) kemarin, mengukapkan kegiatan pembangunan irigasi ini, terkesan menutupi dari pengawasan masyarakat dan pihak kontrol sosial lainnnya,” ungkapnya

Terlihat simpel namun sangat berpengaruh pada struktur bangunan, pasalnya jika tidak tahu perusahaan apa yang mengerjakan dan darimana, serta berapa biayanya, masyarakat akan sulit mengontrol pelaksanaannya. Mulai dari pembangunan hingga hampir selesai masih belum mempunyai plang proyek, hal ini yang menjadi perbincangan hangat dan menimbulkan teka-teki kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain salah satu proyek kegiatan irigasi ini, juga masih banyak paket kegiatan pembangunan di sekitar nagari kajai ini yang tidak memasang papan nama dan terkesan menyembunyikan pekerjaannya dari pengawasan masyarakat, meskipun aturan mewajibkan pelaksana kegiatan memajang papan nama kegiatan.

Pengawas jarang turun kelapangan, kalau hal ini benar terjadi, mutu dan kualitas proyek di Nagari Kajai perlu dipertanyakan. Sementara kontraktor memperoleh keuntungan yang berlipat, tetapi ketahanan pembangunan tidak akan bertahan lama”, tegas Jon.

Hal senada juga di ungkapkan Ketua Ormas Pekat-IB, Decky H Sahputra melalui Ketua Bidang OKK Pekat IB, Ruswar Dedison, ia mengatakan, kekecewaan masyarakat dengan proyek-proyek yang ada di kejorongan tersebut karena melanggar UU yang berlaku, juga menyesalkan kepada pihak yang tidak terbuka kepada masyarakat, tentang pembangunan irigasi itu, sehingga pengerjaan proyek tersebut dapat diduga dibangun asal jadi, untuk meraih keuntungan pihak-pihak terkait.

Disamping itu juga, Pengerjan proyek pembangunan irigasi tersebut sudah sangat menyalahi UU No 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pemasangan Papan Plang Proyek wajib dan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa,” tambahnya.

Lanjutnya, “ini juga bertentangan dengan Perpres No 54/2010 dan Perpres No 70/2012 tentang pengadaan barang dan jasa yang mewajibkan setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai Negara harus memasang papan nama proyek,” terangnya.

Untuk itu, Pekat-IB Pasbar secepatnya akan menyurati pihak yang berwajib serta instansi terkait, meminta untuk turun kelapangan melakukan pengecekan ulang terhadap apa yang dikerjakan oleh rekanan kontraktor, khususnya pembangunan irigasi di jorong tanjung beruang yang diduga pembangunan dikerjakan asal jadi yang telah merugikan keuangan daerah,” pintanya.

Terkait hal tersebut, Pengawas Pekerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum, Al junaidi saat dikonfirmasi lewat Via selular oleh wartawan mengatakan, Paket pekerjaan oleh Satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pasbar, yaitu peningkatan jaringan irigasi D.I Batang Lampang dikerjakan oleh CV. Sari Kontruksi dengan pagu anggaran Rp. 509.886.000 yang bersumber dari APBD,

Bangunan peningkatan jaringan irigasi D.I Batang Lampang telah diserah terimakan pekerjaan awal Provisional Head Over (PHO) tepatnya saya kurang tahu,” ungkapya.Tim Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *