Hancur Plapon GOR Tahun Anggaran 2015 Milik Pemerintah Kab Lahat

 

Lahat, Ovumnews.Com— Beginilah nasib proyek milik dinas olaraga yang berada di Bukit Tunjuk, yang menelan dana sebesar Rp.1 Milyar itu, kini kondisinya sangat memiriskan rusak parah.

Proyek pekerjaan pengerjaan rehab bangunan atap ruangan Gedung Olah Raga (GOR) Mirisnya, proyek rehab GOR yang danai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II Lahat, Tahun 2015 ini, belum habis massa pemeliharaannya, namun, kondisinya tingkat kerusakaannya sudah cukup memprihatinkan. Mulai dari atap GOR nyaris lepas, hingga rangka besi yang digunakan terlihat penyok.

Pemkab Lahat dan pihak terkait didesak untuk segera kelokasi guna mengambil tindakan agar kondisi tidak semakin parah mengingat ada banyak kegiatan mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional yang akan diselenggarakan kedepan.

Namun, kalau kita lihat dilapangan terkait pengerjaan yang ada, jelas sangat miris sekali untuk tingkat kerusakaannya. Padahal belum habis masa pemeliharaannya, selama tiga bulan sejak Desember 2015,” jelas Ketua KONI Lahat, Ferly Sumarto, SE, Senin(28/3).rilis jurnal s

Namun yang melakukan rehab gedung adalah dinas PU BM dan Perairan sehingga tidak ada hubungannya dengan KONI Lahat. “Yang kami sesalkan karena kondisinya masih baru dan Lahat akan banyak menyelenggarakan even olahraga diberbagai bidang,” katanya.

Cepy (31) tokoh Pemuda di Kabupaten Lahat menurutnya, dengan menghabiskan dana 1 Milyar lebih, rehab gedung GOR sangatlah tidak pantas, jika kondisi dilapangannya proyek ini tetap amburadul. Apalagi, dalam waktu dekat kabupaten Lahat akan kembali menjadi tuan rumah dalam even olahraga beladiri tingkat Nasional sehingga sangat disayangkan.

Kondisi bangunan yang baru siap dikerjakan ini kerusakannya cukup parah, sekarang kita lihat atapnya sudah rusak dan lantai keramiknya mulai pecah padahal GOR ini belum setengah tahun selesai direhab. Pemkab Lahat harus jeli karena pembangunannya menggunakan uang Negara.

Sutarno (28) warga lainnya mengungkapkan, ada baiknya jika pihak terkait mulai dari Kejari, Polresta Lahat hingga KPK untuk meninjau lokasi tersebut. Apalagi, Kabupaten Lahat sudah dikenal sebagi daerah yang bebas korupsi sehingga sangat disayangkan jika tercemar oleh kondisi bangunan yang demikian .

Diminta kepada penegak hukum untuk mengusut proyek yang diangar kan dari uang rakya dalam masa pemeliharaan sudah hancur berantrakan dan PPK PPTK serta pengawas dilapangan harus bertangung jawab tentang proyek ini termasuk kontrator pelaksana harus diusut.oleh penegak hukum.Ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *