Hancur Proyek Milik Dinas Prasjal dan Tarkim Sumbar Yang Dikerjakan PT. Alstrenindo Mitra Serasi

 

Baru hitungan bulan pekerjaan siap dilaksanakan, kini sudah mulai rengkah. Hal tersebut terindikasi akibat kurangnya pemadatan dan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait, Kok bisa!

Sawahlunto,Ovumnews.com.Dirudung masalah lagi ,begitulah kondisi pekerjaan PPK O5 khususnya dan Dinas Prasjal dan Tarkim Sumbar umumnnya. Dari sekian banyaknya pekerjaan yang bermasalah, pelaksanaan proyek pekerjaan paket rekontruksi Jalan Moh Yamin kota Sawahlunto yang dikerjakan kontraktor pelaksana PT Alstrenindo Mitra Sarasi yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pekerjaan Umum Direkrotat Jenderal Bina Marga Satker Dinas Prasarana jalan propinsi Sumatra Barat, paling parah. Faktanya, masih hitungan bulan sudah merengkah dan diduga ini disebabkan lemah dalam perencanaan dan terindikasi dilaksanakan asal jadi.

Pasalnya, proyek dengan Kepala Satker Yusafni Ajo dan PPK, Novelinda, tak kurang dari tiga titik pekerjaan dengan kontrak nomor KU.08.08/KTR-20/SATKER-DPJ3-PPK5 VII/2015 tertanggal 10 Juli 2015 dibawah PPK 5 pelaksana reservasi dan peningkatan kapasitas jalan dan jembatan nasional Padang dan sekitarnya ini tak layak dan sudah serampangan dengan ditandai patahan serta retakan.

Proyek dengan Surat Perintah Mulai Kerja dengan nomor:KU.08.02/SKPD-PPK5/VII 25 tanggal 10 juli 2015 ini, menuai hujatan berbagai kalangan, terutama pengendara dan masyarakat yang melintasi jalan tersebut.

Investigasi (Grup Aliansi Media Sumbar) Rabu (6/1) terhadap buruknya hasil pelaksanaan proyek pekerjaan paket rekontruksi Jalan yang masih hitungan bulan selesai ini diruas jalan Waringin kecamatan Barangin sudah retak dan material sudah tak utuh lagi. Bahkan, terjadi juga retakan tak jauh dari dam menahan ruas jalan yang menghubungkan jalan Lubang Panjang – Durian I ini.

Hal ini diperparah dengan kondisi hasil pekerjaan diruas jalan Sei Durian kelurahan Durian II yang kondisinya sangat memprihatinkan. Soalnya, jalan sudah turun serta bahu jalan sudah retak serta merengkah dibagian tak jauh dari dam penahan. Sehingga pengguna jalan harus berhati – hati melewati ruas jalan yang sebelumnya juga sangat rusak ini. Sehingga harapan adanya ruas jalan yang sangat representatif di Kota Sawahlunto masih belum dapat terwujudkan.

Analisa media ini keretakan bahu jalan itu, disebabkan ketebalan beton dan pemadatan sebelum dilakukan pekerjaan beton diragukan. Terbukti, sekarang pekerjaan betonisasi itu, merengkah dan terban akibat ketebalan dan pemadatan terindikasi asal asalan.
Terkait hasil dan kondisi rusaknya pekerjaan proyek paket rekontruksi Jalan Moh Yamin kota Sawahlunto yang dikerjakan kontraktor pelaksana PT Alstrenindo Mitra Sarasi ini tidak ditampik Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum kota Sawahlunto Bibsan D. Katanya, memang benar kondisinya sudah ada sebagian pekerjaan yang retak dan jalan sudah sedikit turun.” Namun hal ini sudah dikoordinasikan kepada Sarker PPK 5,” jawabnya kepada Investigasi diruang kerjanya Kamis (14/1).

Hanya pekerjaan ini, sebut Bibsan pelaksanaan dan pengawasan serta kewenangan bukan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Sawahlunto. Namun secara koordinasi hanya pihak Satker PPK 5 Sumbar pernah memberikan pemberitahuan melalui surat nomor : M.01.02/PPK5/57/VII/2015 perihal pemberitahuan pelaksanaan pekerjaan ketika akan memulai proyek ini.

Dia menambahkan, secara detail pelaksanaan pekerjaan ini kami tidak mendalami karena proyek propinsi. Namun terkait kelanjutan untuk perbaikan pekerjaan ini sangat diharapkan dapat dilakukan perbaikan serta adanya tambahan kegiatan ditahun 2016 ini agar sesuai dengan kebutuhan.
“Kami sangat apresiasi terhadap pengawasan yang diberikan terhadap pekerjaan, meski sudah dilakukan masukan ke propinsi. Dan ini akan kita koordinasikan serta tidaklanjuti masukan dari rekan –rekan wartawan kota ini,” ujar Bibsan seraya mengucapkan terima kasih atas kritikan dan masukan yang telah diberikan jurnalis kota ini.

Sementara, Ka Satker, Yusafni dan PPK Novelinda yang dituding bertanggungjawab terhadap pekerjaan proyek ini susah untuk ditemui. Sudah lima nomor Hp yang didapat media ini tak satupun yang aktiff. Disebut sebut di Dinas Prasjal dan Tarkim Sumbar, Yusafni Ajo, Satker yang susah ditemui dan dihubungi, apalagi ia jarang masuk kantor. Begitu juga PPK 05 Novelinda saat dikonfirmasikan dikantornya, pengakuan staf disana Novelinda sedang kelapangan. BIN AMS/ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *