Harga Isi Ulang Gas Elpiji 3 Kilogram Dimakil Tanjung Pinang Kepri Rp 28 ribu

 

Bintan Kepri.Ovumnews.Com– Harga isi ulang gas elpiji 3 kilogram di Pulau Pangkil melambung mencapai Rp28 ribu. Harga elpiji itu berbanding jauh dari daerah lain yang rata-rata Rp16 hingga Rp17 ribu pertabung.

Anita warga Pulau Pangkil, Sahrul membenarkan, tingginya harga isi ulang tabung gas melon itu memang dirasakan masyarakat Pangkil sejak awal tahun 2015 lalu. Apalagi kebutuhan gas elpiji untuk warga Pangkil cukup tinggi, sehingga kelangkaan juga sering terjadi.

Awal tahun kemarin memang sering langka, sudahlah tinggi harganya kadang susah juga mendapatkannya. Tapi, alhamdulillah sudah beberapa pekan terakhir kelangkaan itu tidak terjadi lagi,”ungkap Anita , Jumat (28/2).

Pulau Pangkil yang terdiri dari 6 dusun itu, saat ini diketahui Sahrul memiliki 5 warung yang menjual gas elpiji untuk masyarakat. Ia berharap, pemerintah bisa segera mengatasi persoalan tingginya harga gas tersebut.

Kita minta persoalan ini bisa segera teratasi, sehingga harganya tidak terlalu tinggi. Karena biar bagaimanapun kita terbebani juga dengan harga segitu,” pintanya.

Warga Pangkil berharab kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Bintan, untuk segera mengatasi persoalan tersebut, agar warga Pangkil tidak terbebani lagi dengan tingginya harga gas elpiji tabung melon, ternyata langsung direspon positif dari Pemda Bintan melalui Dinas Perekonomian, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bintan.

Disperindag Bintan, Edi Pribadi mengatakan kepada Wartawan , saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk menambah pasokan kuota kesalah satu agen di Tanjungpinang yang mendistribusikan ke Pulau Pangkil. Karena selama ini, gas elpiji tabung melon yang disalurkan ke Pangkil, lanjutnya, tidak bisa diakomodir dengan baik oleh agen baik yang di Tanjungpinang maupun Bintan.

Selama ini agen kita yang di Bintan dan Tanjungpinang tidak bisa mengkover pendistribusian untuk ke Pangkil. Untuk itu, kita sedang mengusulkan kepada Pertamina untuk menambah kuota kepada agen.

Tingginya harga gas di wilayah Pangkil memang terjadi karena beberapa faktor. Selain jarak tempuh ke Pulau Pangkil yang relatif jauh ditambah lagi dengan pedagang gas di Pangkil yang mengambil gas dari Tanjungpinang tidak langsung dari agen justru melalui pihak ketiga.

Edi menjelaskan, pengusulan untuk membentuk satu pangkalan resmi di wilayah Pangkil sudah dilakukan. Sehingga, penyaluran dari agen bisa yang di Tanjungpinang bisa langsung ke pangkalan di Pangkil tanpa harus perantara dari pihak laini.Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *