Harga Material Terlalu Tinggi Bantuan Bedah Rumah,Diduga Bermasalah

 

Batam, OvumNews.Com–Proyek bantuan bedah rumah (bedrum) di Belakang Padang Batam tahun 2014, diduga bermasalah. Soalnya, bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang mendapat bantuan rumahnya kebanyakan berloksi diatas laut,.diduga kurang propisionalnya pengawas dilapangan rumah yang dibangun tidak kunjung siap. rumah dibongkar 3 hari menjelang puasa.
Keluarga miskin mendapat jatah bantuan bedah rumah Rp 20.000.000. untuk 1 KK jumlah KK 101 buah rumah yang menerima . Untuk Kelurahan Sekanak diKampung Bugis Pasir Putih.RT 03 RW 01 Padang sebanyak 51 buah ,Kelurahan Tanjung Sari 50 KK,Padahal dalam perjanjian untuk pekerjaan bedah rumah waktunya 10 hari pekerjaan yang telah ditentukan.
Upah yang diberikan untuk tukang yang mengerjakan rumah tersebut, bekerja selama 10 hari belum diberikan.sepenuhnya,setiap rumah yang dikerjakan mendapat upah RP 1,900.000,.
Temuan dilapangan ditemukan 18/07 material yang diberikan kepada masyarakat tersebut diduga asal jadi. Kayu untuk pintu asal-asal.Broti Bengkok.Kayu Tiang Kecil.yang lebih patal harga material berikan kepada masyarakat yang mendapat bantuan jauh dari standar harga pasaran dilapangan.
Rekap harga yang diberikan kepada masyarakat yang mendapat bantuan dengan harga. 1 sak Semen Rp 63,200, pasir 1m .230.000. Krikil 1m 550,000 1 btg besi dia meter 6mm,36,000 1 btg besi dia meter 8mm55,000. 1 btg besi dia meter10mm 73.000.1 atap spandek 49,200.1 rabung spandek 37,950.1 dinding celcon 11500.1 btg baj ringan gording V,90.000 1btg baja ringan kuda-kuda U 102.900.1 buah pintu kayu RP550.000.1 buah pintu kamar WC RP 220,000 1 buah jendela kaca nako 7 daun 130.000.1 buah kunci pintu 150.000.ensel 18200. Grendel 13,300 1 kaleng cat air Q –LC mrek nipon 65 liter rp 273,000, cat minyak 5000 1kg platon 45600.Dempul rj 1kg 27.000.Cat ter /minyak hitam 12,000.1kg paku 20700.Closet jongkok RP160,50. 1 btg Tiang tongkat 44,840 1btg kayu bulat untuk skor t 19,800.1 Ton kayu ukuran 2x4x16 RP,3,795.000 1 Ton kayu ukuran 2x3x16 3,795.000, 1 Ton papan lantai Rp 3,795.000. 1kp dinding nusa boar /gncversne Rp 165.000.
Amir selaku pengawas untuk bedah rumah tersebut dilapangan mengaku, seorang klining servis dikelurahan tersebut kita hanya menjani perintah atasan pak, Toko menyediakan material keperluan bangunan ini, dulu kata orang toko sangaup tapi sampai sekarang untuk papan yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak kunjung datang dari toko tersebut padahal masyarakat untuk 51 rumah ini harus membutuhkan papan sebanyak 25 Ton satu rumah setegah ton papan . pihak toko belum bisa menyediakan itu sebabnya bangunan masyarakat terlambat siap sudah hampir 1 bulan lebih, ungkapnya.
Pembantu dari Amir selaku pengawas bedah rumah tersebut mengaku saya diberi RP 1,500.000 dari pihak toko yang menyediakan material.yang tidak mau disebutkan namanya.
Masyarakat juga menambahkan untuk kelurahan sekanak raya pengawas untuk bedah rumah ini diambil lansung orang toko yang menjual bangunan tersebut .kalau membawa kayu lewat laut banyak juga masalahnya , kayu tersebut diduga tidak memilik dokumen tentu banyak urusan sampai juga keranah hukum bukan hal yang mudah.
Untuk bedah rumah ini terlalu tinggi harganya kalau begini bentuk kerja pelaksana dalam memberikan bantuan ini diduga banyak potongan harga yang diletakan kepada masyarakat terlalu mahal.
Jumari selaku pihak penyedia material hihubungi lewat pesat singkat dengan no hp 08137248xxxx tidak menjawab.
Azman Selaku PPK dikomfirmasikan lewat hpnya dia 18/07 tanya saja kepada kelurah setempat . Kamaruzzaman selaku kepala Dinas Sosial dikomfirmasi belum ada jawaban.
Syarifruddin Sa,adoen.selaku ketua (DPD AJAKI) Kepri ,Asosiasi Jurnalis Anti Korupsi Indonesia Juga menjabat selakuku ketua LPM kota Batam, dengan tegas mengatakan 25/07 ,tidak siapnya bangunan bedah rumah yang dilakukan dinas social tersebut diduga telah menyahi aturan yang ada dalam RAB tentang perjanjian dalam pelaksanaan perturan bedah rumah tersebut.Kuat dugaan kita masalah ini akibat perencanaan tidak matang dari awal.
PPK harus melakukan pekerjaan dan menujuk orang yang mengerti dalam pelaksanaan terutama untuk melaksanakan tentang penyedian material dengan sematang-matangnya.bukan asal dapat, asal ada material ,juga asal mau kerja tapi tidak mengerti.
Kalau saya melihat untuk menyediakan material untuk bangunan bedah rumah yang berada di Belakang Padang tersebut masyarakat butuh setegah Ton papan,kali 50 rumah tentu sudah jelas 25 Ton apa bisa pihak toko mendapatkan kayu tersebut sesuai dengan RAB yang telah ditentukan.Dua kelurahan yang mendapar dengan jumlah rumah yang dibedah tentu 2kali yang 25 Ton dengan jumlah rumah 100 rumah untuk kecamatan Belakang Padang.
Dugaan kita untuk menyediakan kayu 50 ton untuk bedah rumah yang berada diBelakang Padang tersebut bukan hal murah,semua materil lewat laut tentu dari awal perecanaan matang, kayu yang diambil tentu jelas dari mana asal usulnya.
Seharusnya penangung jawab dari awal pelaksanaan Bedah rumah ini harus membawa LPM sebangai pendamping .LPM sudah jelas Lembaga PemberdayaanMasyarakat .serta kerja sama dengan BKN setempat.
Arezon Andre SH,Selaku Aktipis LSM Amepera Indonesia. 26/07 mengatakan proyek bedah rumah tersebut adalah untuk masyarakat miskin,rumahnya dibongkar dibangun kembali dengan jangka waktu yang telah ditentukan perencanaan.
Seharusya pihak pemilik proyek harus matang untuk mendapat material dari mana asalnya. dimana lokasinya cukup atau tidak .apa pihak penyedia material sangup mengadakan apa yang dibutuhkan perencanaan pemilik proyek tersebut agar tidak timbul masalah dikemudian nantiknya.
Awal perencanaan didata rumah yang dapat bantuan . apa yang dibutuhkan masyarakat,masyarakat tersebut tentu tidak sama yang dibutuhkan untuk bedah rumah tersebut,terkecuali rumah dibantu sama betuknya dan bantuanya.masalahnya ini apa yang dibutuhkan masyarakat.
Setelah didata apa yang dibutuhkan masyakata dengan jumlah yang telah dana yang diangarkan oleh dinas tersebut ,barulah pihak pemilik atau dinas tersebut membeli ketempat mana yang ditunjuk oleh dinas tersebut sudah jelas ada lengkap, sebab ada semua yang dibutuhkan masyarakat dan jelas dari mana materialnya tidak akan jadi masalah dikemudian hari waktu masyarakat butuh dan waktu pelaksanaan proyek akan tepat waktu siap.
Kalau begini yang jelas untuk saat sekarang masyarakat tentu mempertanyakan.sudah lewat waktu material tidak juga cukup rumah belum siap siap, rumah masyarakat sudah dibongkar, sekarang mau masuk hari raya tentu masyarakat itu mempertanyakan sebagian rumahnya yang belum siap.masyarakatnya berumah tinggal diatas laut dan dipingir laut.
Tidak siapnya diduga tidak sesuai dengan perencanaan awal, tidak sesuai RAB tentu pihak penegak hukum sudah jelas akan turun tangan untuk mengusut masalah ini.menyangkut tempat tinggal masyarakat diduga adanya indikasi korupsi akibat harga material yang diberikan kepada masyarakat diatas standar bagi penerima bantuan tersebut. Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *